Leicester City: Dari Kejayaan ke Kejatuhan
Leicester City sekarang resmi terdegradasi ke League One, hanya satu dekade setelah merasakan glory sebagai juara Premier League. Pertandingan terakhir mereka berakhir imbang 2-2 melawan Hull City, yang sedang berjuang untuk promosi, serta mengalami pengurangan enam poin karena pelanggaran aturan keuangan.
©IMAGO
Sepuluh tahun lalu, Leicester mengejutkan dunia dengan meraih gelar Premier League meski dianggap sebagai underdog. Namun, perjalanan klub ini berbalik drastis dalam waktu yang relatif singkat. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana klub yang pernah berhasil merekrut pemain seperti Jamie Vardy dan N’golo Kante kini harus terpaksa menelan pahitnya degradasi.
Pemecatan Claudio Ranieri dan Kenyataan Pahit
Claudio Ranieri, pelatih yang membawa Leicester meraih gelar, dipecat sembilan bulan setelah keberhasilan luar biasa tersebut. Meskipun keputusan itu berhasil menjaga Leicester tetap di liga, kehilangan sosok Ranieri membuat banyak pendukung merasa pahit. Setelah Ranieri, Claude Puel mengambil alih tetapi hanya mampu membawa Leicester berada di posisi tengah tabel sebelum dipecat pada tahun 2019. Tragedi kehilangan ketua klub, Vichai Srivaddhanaprabha, dalam kecelakaan helikopter pada 2018 juga memberi dampak besar pada stabilitas klub.
Era Brendan Rodgers dan Piala FA
Pelantikan Brendan Rodgers pada 2019 menjadi salah satu keputusan manajerial yang paling sukses. Di bawah kendalinya, Leicester mencapai posisi kelima berturut-turut di Premier League dan meraih Piala FA pada 2021. Namun, pemecatannya dianggap banyak pihak terlalu terburu-buru, dan pergantian manajer pun tidak dapat menghentikan laju Leicester ke Championship.
Kekacauan Rekrutmen
Leicester mencatatkan dua rekrutan termahal mereka, Youri Tielemans dan Wesley Fofana, sebagai kesuksesan. Namun, banyak rekrutan lainnya di periode terakhir terbukti kurang berhasil, seperti Patson Daka dan Jannik Vestergaard yang tidak memenuhi ekspektasi. Ketidakpastian dalam rekrutmen pemain serta pergantian manajer yang terlalu sering berkontribusi terhadap penurunan performa tim.
Dampak Jangka Panjang
Perjalanan Leicester dari juara pada 2016 menuju League One pada 2026 menunjukkan bagaimana keputusan buruk dapat menghancurkan sebuah klub. Ini menjadi pelajaran berharga bagi klub lain agar lebih hati-hati dalam pengambilan keputusan dan memahami pentingnya stabilitas dalam manajemen serta rekrutmen.
(PL/GN)
sumber : www.transfermarkt.com
Leave a comment