Liam Rosenior Sebut Chelsea sebagai Versi Modern “Class of ’92” Manchester United
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mengejutkan banyak pihak dengan menyebut tim muda yang dipimpinnya sebagai versi modern dari “Class of ’92” yang legendaris milik Manchester United. Ini diutarakannya saat memperlihatkan rasa apresiasi terhadap klub yang dibesarkannya.
Kesan Pertama yang Kuat
Rosenior memberikan kesan yang kuat dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Chelsea. Mantan pelatih Strasbourg ini menegaskan bahwa dia tidak akan tergantung pada grup kepemilikan BlueCo. Dia mengungkapkan keyakinan terhadap bakat yang dimiliki timnya dan kemampuan manajerialnya meskipun ada ketidakpuasan dari sejumlah penggemar. “Saya bukan orang yang sombong, tapi saya tahu apa yang saya lakukan,” tutur Rosenior.
Ambisi Besar
Untuk mencapai tujuannya yang ambisius dalam meniru kesuksesan Manchester United yang telah meraih banyak gelar Premier League dengan pemain muda, dibutuhkan bakat kepelatihan yang sangat besar.
“Saya adalah penggemar Manchester United dan kini saya sangat mengidolakan Chelsea,” kata Rosenior. Dia mengingat momen ketika Sir Alex Ferguson berani menurunkan enam atau tujuh pemain berusia antara 19 hingga 21 tahun dalam tim yang meraih gelar juara. “Keberanian tersebut sangat penting, dan potensi itu ada di sini,” lanjutnya.
Perbandingan Generasi
Ferguson dikenal luas karena keberaniannya memprioritaskan pemain muda di musim panas 1995. Setelah kalah dari Blackburn Rovers dalam perebutan gelar, United melepas pemain depan Andrei Kanchelskis ke Everton tanpa membeli pemain senior. Di musim 1995–96, United memiliki rata-rata usia 25.5 tahun, menjadikannya tim dengan usia kedua ter muda di divisi, sementara rata-rata usia skuad Chelsea saat ini adalah 24.7 tahun, namun tanpa pengalaman senior yang dihimpun Ferguson.
Pemain yang kini mencatatkan usia tertua di skuad Chelsea adalah Tosin Adarabioyo, yang baru berusia 28 tahun. Skuad Chelsea saat ini terdiri dari 12 pemain yang berusia 21 tahun ke bawah.
Kesulitan dalam Mengembangkan Tim Muda
Rosenior memiliki sejumlah pemain berbakat, seperti Moisés Caicedo, Enzo Fernández, Cole Palmer, dan Reece James, yang semua masih muda. Namun, Chelsea tampaknya kurang memiliki pemain berpengalaman untuk memberi bimbingan kepada generasi muda ini. Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea, sempat menyatakan bahwa kehadiran pemain senior sangat penting untuk memberikan arahan pada pemain muda.
Pentingnya pengalaman tersebut diakui oleh Gary Neville, anggota kunci dari generasi muda United, yang menekankan bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari kontribusi pemain-pemain senior seperti Steve Bruce dan Eric Cantona. “Class of ’92 tidak memenangkan gelar tanpa dukungan mereka,” kenangnya.
Dampak terhadap Chelsea
Meskipun Chelsea saat ini memiliki potensi yang besar dengan banyak pemain muda, tidak adanya sosok senior yang dapat dijadikan panutan mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi Rosenior. Apakah ambisi untuk menciptakan generasi baru yang mengingatkan kita pada “Class of ’92” Manchester United dapat terwujud, masih harus dilihat dalam perjalanan tim.
(PL/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment