Luke Littler Menangis Usai Raih Gelar Juara Premier League
Luke Littler tak bisa menahan emosinya saat meraih gelar juara Premier League setelah kemenangan dramatis 11-10 melawan Luke Humphries di The O2, London. Littler sukses menyelesaikan fase reguler Premier League dengan hasil terbaik, mencatatkan enam kemenangan dari 16 pertandingannya dan datang ke malam final dengan harapan meraih gelar kedua dalam tiga penampilannya.
Jalannya Pertandingan
Malam itu, Littler membuka laga dengan menghadapi Gerwyn Price dan berhasil meraih kemenangan 10-9 dalam pertandingan yang sangat menegangkan. Price sempat bangkit dari ketertinggalan 4-9, namun Littler menunjukkan performa luar biasa dengan rata-rata skor di atas 111 di final melawan Humphries yang juga berlangsung ketat.
Reaksi Emosional Littler
Setelah pertandingan, Littler berbagi kisah perjalanannya di Premier League dan terlihat sangat emosional saat mengenang minggu-minggu awal yang sulit. “Empat minggu pertama sangat berat, saya berada di dasar klasemen, tetapi pada malam kelima saya akhirnya meraih kemenangan. Saya harus bangkit dari keadaan sulit,” ungkap Littler kepada Sky Sports.
Dia juga mengakui bahwa rata-rata skor terendahnya di Brighton sempat membuatnya merasa kurang berarti. “Saya mendapatkan rata-rata 79 di Brighton dan itu sulit. Namun sekarang saya bisa berdiri di sini dengan trofi ini,” tambahnya.
Dampak Terhadap Psikologi
Usai kemenangan tersebut, Littler merasa perlu waktu untuk menenangkan diri, mengingat sorakan kurang menyenangkan dari penonton yang dialaminya. “Boos dari penonton sangat mempengaruhi saya. Ada insiden di Manchester yang menjadikan situasi semakin sulit,” katanya.
Pada malam di Manchester, setelah insiden dengan Gian van Veen, Littler terlihat merayakan di depan penonton, yang membuat Van Veen marah dan situasi menjadi panas. Littler juga mengungkapkan bahwa setelah insiden tersebut, dia merasa putus asa dan bahkan sempat mempertimbangkan untuk mundur dari dunia darts. “Saya bilang ke Faith [pasangannya], ‘Saya tidak mau melakukannya lagi, hanya dengan crowd setiap minggu’. Saya merasa sangat terpuruk,” jelasnya.
Komentar dari Humphries
Humphries, meskipun kalah, tetap menunjukkan sikap sportif dan memberikan pujian kepada Littler. “Kita bisa melihat betapa emosionalnya itu baginya. Kami berjuang keras selama 16 atau 17 minggu. Kami ingin membawa trofi ini pulang,” ungkap Humphries. Ia juga menegaskan bahwa final itu merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah Premier League.
Dengan kemenangan ini, Littler membuktikan bahwa meski menghadapi banyak tantangan, dia tetap mampu tampil di puncak performa. Kesuksesannya ini bukan hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain muda berbakat di dunia darts.
Kedepannya, Littler diharapkan dapat terus berkembang dan mengatasi tekanan yang ada saat tampil di pentas besar seperti Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.skysports.com
Leave a comment