Home Sepakbola Inggris Premier League Rahasia Arsenal: Dari Protes Fans ke Kejayaan Liga Premier!
Premier League

Rahasia Arsenal: Dari Protes Fans ke Kejayaan Liga Premier!

Share
Share

Kisah Emosional Josh Kroenke: Perjalanan Arsenal Menuju Gelar Juara

Josh Kroenke tak bisa menyembunyikan senyum saat mengenang gol brilian Max Dowman dalam kemenangan Arsenal atas Everton pada bulan Maret. Gol tersebut menjadi salah satu momen bersejarah di tengah perjalanan mereka meraih gelar. Ini menjadi lebih spesial bagi Kroenke yang baru saja mengadopsi anjing baru. “Itu sangat menyenangkan karena kami baru saja mengambil puppy baru,” ungkap Kroenke. “Saat Max berlari, saya melompat saking senangnya dan itu membuat puppy kami ketakutan hingga ia pipis di lantai.” Cerita ini menggambarkan betapa emosionalnya Kroenke dan keluarganya merasakan momen-momen penting di sepanjang musim juara ini.

| Cerita Josh Kroenke:

  • Menangis bahagia saat Arsenal meraih gelar juara.
  • Kirim pesan singkat kepada Mikel Arteta di saat-saat sulit.
  • Menjalani masa-masa sulit di ‘era banter’ dan protes dari fans.
  • Kekuatan epifani di Baku yang mengubah segalanya.
  • Penasihat lucu Sir Chips Keswick.
  • Bersyukur atas keberhasilan William Saliba.
  • Investasi besar-besaran senilai £100 juta untuk Declan Rice.
  • Tantangan untuk Andrea Berta.
  • Mendukung pemain yang menghambat kemajuan tim.
  • Membangun dinasti Arsenal yang lebih kuat.

Kroenke juga mengingat pengalaman menonton pertandingan imbang 2-2 melawan Wolves di bulan Februari di rumahnya di Denver. Dia menyebutnya sebagai momen terendah dalam musim ini. Dia merasa kesepian saat itu, “Itu saat-saat di mana saya ingin ada orang lain untuk berbicara.” Ia juga belum bisa melupakan rasa sakit setelah kalah dari Manchester United yang berujung kontroversi, “Saya masih berpikir itu adalah handball,” jelasnya.

| Ketegangan dan Emosi

Momen menegangkan juga terjadi ketika VAR memutuskan untuk membatalkan gol penyama kedudukan West Ham di London Stadium. Kroenke mengenang, “Saya berlutut di ruang tamu. Saat itu semua pendukung Arsenal di seluruh dunia menahan napas.” Ia turut memberikan dukungan kepada Mikel Arteta di masa-masa sulit, hanya dengan mengirimkan pesan singkat untuk memberi semangat, “Tetap bersabar, kita bisa melewati ini.”

Dia juga terkesan dengan mentalitas Declan Rice usai kalah dari Manchester City di bulan April. “Saya rasa mentalitas Declan sangat tepat. Dia menyatakan, ‘Ini belum berakhir’,” kenangnya. “Saya senang melihat para fans menyanyikan namanya, karena saat itu, memang belum berakhir.” Kroenke turut berada di ruang ganti setelah pertandingan, di mana para pemain saling tatap dan merasakan bahwa mereka masih memiliki peluang.

Baca juga:  Arsenal Cengkeram Puncak Liga Inggris 2025 Usai Tanduk Villa 4-1!

| Momen Selebrasi

Kepuasan puncak terlihat saat mereka merayakan gelar juara di Selhurst Park. Kroenke dan ayahnya, Stan, membawa trofi Premier League ke lapangan, sebuah momen yang akan selalu diingatnya. “Itu salah satu suasana terpanas dan terhumid yang pernah saya alami,” ujarnya dengan senyum. “Ada begitu banyak orang di dalam sana. Energi yang luar biasa.” Dalam perayaan itu, mereka juga disiram dengan sampanye oleh para pemain yang bergembira di ruang ganti.

Momen penentuan gelar sebenarnya datang dari hasil imbang Bournemouth melawan Manchester City. Kroenke mengungkapkan bahwa ia hampir melewatkan momen bersejarah itu setelah terbang kembali ke AS usai menang melawan Burnley satu hari sebelumnya. “Saya memberitahu tim, ‘Jangan khawatir dengan besok, fokuslah pada Minggu. Kita harus menang, tidak peduli apa pun,” ceritanya.

Saat kami menang, ada luapan emosi yang tak terduga dari saya.

Josh Kroenke

Dalam perjalanan pulang, Kroenke harus mengikuti jalannya pertandingan di ponselnya dan merasa sangat emosional saat Arsenal akhirnya dinyatakan juara. “Saya wish bisa bersama tim di fasilitas latih, tetapi saat kami menang, emosi mengalir deras dalam diri saya, mengenang perjalanan serta proses yang sudah dilalui.”

| Menghadapi Tantangan Sebelumnya

Tak bisa dipungkiri bahwa keluarga Kroenke tidak asing dengan kesuksesan olahraga. Namun, perjalanan di Arsenal bukanlah hal yang mudah. Dalam waktu satu tahun setelah pengambilalihan penuh pada tahun 2018, ketidakpuasan fans semakin meningkat. Protes dengan slogan ‘kami peduli, apakah kamu peduli?’ muncul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Kroenke.

Kroenke mengakui saat itu ada banyak perubahan yang terlalu cepat, “Kami telah mengambil alih klub dan berada dalam fase transisi yang sulit setelah 22 tahun di bawah Arsene Wenger.” Dia menggambarkan bagaimana kehilangan Ivan Gazidis tak terduga di saat yang sama turut berkontribusi pada kesulitan yang dialami klub.

Setelah kekalahan di final Europa League dari Chelsea di Baku, Kroenke merasa terinspirasi. “Itu adalah titik balik. Melihat hasil seperti itu membuat saya mengerti, kita perlu beradaptasi dan menyusun strategi yang lebih baik ke depannya.” Ia merasakan hal yang berbeda saat bersama Sir Chips Keswick, “Dia adalah mentor yang besar bagi saya dan kami sering berdiskusi tentang masa depan klub.”

Baca juga:  Menurutmu, siapa pemain terbaik dalam sejarah Premier League?

| Keputusan Penting dan Perubahan Strategi

Pada bulan Desember 2019, Arteta diangkat sebagai pelatih, dimana Kroenke menjelaskan bahwa proses pembentukan tim muda menjadi fokus utama. “Saat kami mendata pemain, saya bertanya, ‘Siapa bek muda terbaik di Eropa?’ dan dengan percaya diri ia menjawab William Saliba,” kenang Kroenke. Kesepakatan transfer pemain ini menjadi langkah awal Arsenal untuk lebih fokus pada strategi jangka panjang.

Kroenke menyadari, meskipun hasil belum terlihat cepat, kepercayaannya pada Arteta terus terjaga. “Saya tidak terlibat dalam urusan transfer, namun saya memahami mengapa klub mengambil langkah-langkah tertentu,” ujarnya.

| Dampak Pandemi dan Kesalahan Masa Lalu

Meskipun ada harapan di awal, pandemi Covid-19 memaksa rencana mereka kembali mundur. Kroenke menjelaskan, “Covid-19 adalah momen paling aneh yang pernah terjadi. Kami harus merevisi rencana saat segala sesuatunya terhenti.” Ini mengarah pada keputusan kontroversial untuk bergabung dalam European Super League, yang membuat banyak fans marah.

“Momen itu membawa banyak emosi. Saya bertemu banyak perwakilan supporter, dan kami mencoba berdiskusi dengan cara yang positif tentang kesalahan yang kami buat,” jelas Kroenke.

| Membangun Arsenal yang Kuat

Dengan dukungan yang semakin kuat, Kroenke merasa bahwa Arsenal berada di jalur yang benar. Mereka menandatangani pemain dengan biaya tinggi seperti Declan Rice senilai £105 juta. “Kami merasa sudah sampai pada fase yang membutuhkan skuad yang lebih baik untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.

Kesuksesan Arsenal dalam perayaan gelar ini menunjukkan bahwa setelah melalui masa sulit, mereka siap untuk bersaing di level tertinggi. Kroenke menyatakan, “Kami merasa ada peluang untuk mendominasi dan sangat ingin memperkuat fondasi yang telah dibangun.” Dia optimis dalam menjalani musim musim mendatang, terutama saat berkompetisi di ajang Champions League.

Dengan upaya untuk terus meningkatkan kualitas tim dan menghadapi tantangan dari klub-klub lainnya, Arsenal bertekad mengukir sejarah baru dalam kompetisi domestik dan Eropa. Keluar dari berbagai kesulitan, Kroenke kini percaya bahwa Arsenal siap berjuang untuk menjalani setiap tantangan yang ada di depan mata.

(PL/GN)
sumber : www.skysports.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Gosip Sepak Bola: Leao, Gvardiol, Reijnders, Bahoya Siap Jadi Bintang!

Dalam dunia sepak bola, Leao, Gvardiol, Reijnders, dan Bahoya bersiap bersinar. Siapa...

Statistik Menarik: Pertandingan PSG vs Arsenal yang Harus Kamu Tahu!

Pertandingan PSG vs Arsenal menyimpan banyak statistik menarik, mulai dari pertemuan sebelumnya...

Juara Premier League dorong Arsenal bersaing dengan PSG di Eropa.

Juara Premier League mendorong Arsenal untuk meningkatkan performa dan bersaing dengan PSG...

Final Premier League Dart: Siapakah yang Akan Merebut Gelar?

Final Premier League Dart segera tiba, dan semua mata tertuju pada para...