Amorim Tegaskan Kemandirian Kerja di Manchester United
Ruben Amorim memperingatkan manajemen Manchester United untuk “melaksanakan tugas mereka” setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds pada Senin (WIB), menekankan bahwa ia perlu bekerja tanpa campur tangan.
Usahanya untuk mempertahankan kemandirian itu menuai kritik tajam dari legenda Premier League, Jamie Carragher, yang memberikan tanggapan pedas setelah konferensi pers Amorim.
Kurang Puas dengan Posisi Saat Ini
Amorim mengungkapkan keraguan tentang masa depannya di United dalam konferensi pers yang penuh ketegangan, yang menunjukkan adanya ketegangan di belakang layar Old Trafford.
Pelatih asal Portugal ini juga mengungkapkan frustrasinya menjelang laga melawan Leeds ketika menolak untuk menjelaskan pernyataannya terbaru mengenai rencana transfer klub.
Perasaan Terhadap Kepercayaan Manajemen
Saat ditanya apakah dia masih mendapat kepercayaan dari manajemen, Amorim mengatakan: “Saya ingin mengingatkan bahwa saya di sini sebagai manajer Manchester United, bukan hanya pelatih. Itu jelas.”
“Nama saya bukan (Thomas) Tuchel, (Antonio) Conte, atau (Jose) Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Saya akan menjalani tugas ini selama 18 bulan ke depan atau sampai manajemen memutuskan untuk mengganti saya.”
Taktik yang Dipertanyakan
Berita sebelumnya menunjukkan bahwa kepala rekrutmen United, Christopher Vivell, meminta Amorim untuk menyesuaikan taktiknya, setelah mendapat penjelasan dari pelatih Fulham, Marco Silva, tentang rencana lawan saat kedua tim bertemu pada bulan Agustus.
Kritik dari Carragher
Jamie Carragher mengklaim bahwa manajer lain di Premier League bisa membawa United ke posisi yang lebih baik ketimbang hasil yang dicapai Amorim dalam lebih dari 13 bulan masa jabatannya. “Dia tidak berada di posisi untuk mempertanyakan orang-orang yang menunjuknya, karena dia belum cukup baik sebagai manajer United.”
Carragher menilai bahwa mayoritas pelatih di Premier League akan melihat United dan percaya mereka bisa mendapatkan lebih banyak poin dari situasi yang ada saat ini.
Ketegangan di Dalam Klub
Amorim juga diketahui mengalami ketegangan dengan klub terkait target transfer, termasuk laporan tentang perselisihan dengan direktur sepakbola United, Jason Wilcox. Pernyataan tegas Amorim mengenai jabatan manajernya menunjukkan usahanya untuk memperoleh lebih banyak pengaruh di dalam klub.
“Saya di sini sebagai manajer, bukan sekadar pelatih. Saya akan menjalani tugas ini selama 18 bulan ke depan dan semua orang bisa melanjutkan setelah itu.”
Performa Tim dan Harapan ke Depan
Leeds membuka skor melalui Brenden Aaronson di babak kedua, namun Matheus Cunha berhasil menyamakan kedudukan tak lama setelahnya, menjaga United dari kemungkinan kekalahan liga pertama mereka terhadap rival sejak 2002.
Saat ini, United berada di luar zona Liga Champions dan hanya berhasil finish di posisi 15 pada musim lalu. Amorim, yang diikat kontrak hingga 2027, masih berjuang untuk memenuhi ekspektasi sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa setelah pindah dari Sporting Lisbon.
Dengan tantangan yang terus menghambat kemajuan tim, perhatian kini tertuju pada bagaimana Amorim akan mengatasi krisis dan membangun kesatuan di dalam tim dan manajemen.
(PL/GN)
sumber : www.foxsports.com.au
- bitter power struggle
- brightest young coaches
- brutal press conference
- Christopher Vivell
- disappointing draws
- English title
- Europa League
- Europe
- Fox Sports
- fulham
- Harrison Reed
- head coach
- Jason Wilcox
- league loss
- Leeds United Football Club
- liga-inggris
- Manchester United Football Club
- manchester-united
- Marco Silva
- matheus-cunha
- Premier League
- premiere-league
- Press Conference
- press conference comments
- range goal
- Ruben Amorim
- scouting department
- spikey press conference
- Sporting Lisbon
- stoppage time
- Transfer Targets
Leave a comment