Penampilan Mengecewakan Tottenham di Kandang Brentford
Suasana sebelum kick off sangat istimewa ketika Thomas Frank melangkah 20 yard ke tengah lapangan dan mengapresiasi semua sudut stadion. Pelatih Tottenham ini mendapatkan sambutan hangat dari para pendukung Brentford, yang tidak akan pernah melupakan kontribusinya selama hampir tujuh tahun sebagai manajer klub tersebut.
Reaksi Pendukung
Namun, bagaimana dengan pendukung Tottenham yang kini menjadi tim barunya? Setelah penampilan yang sangat mengecewakan pada bulan Januari, para pendukung di sektor away menyanyikan lagu sindiran yang biasanya ditujukan ke Arsenal: “Boring, boring Tottenham,” terdengar di menit ke-85.
Jalannya Pertandingan
Masalah yang dihadapi Frank di awal musim ini adalah kurangnya kreativitas dalam permainan. Spurs kembali tampil tumpul di lini depan; seakan tidak yakin bisa mencetak peluang, apalagi gol. Kekecewaan fans semakin memuncak setelah umpan lemah Richarlison tak berujung pada apa pun.
Brentford tampil lebih baik. Mereka menunjukkan permainan yang lebih proaktif, terutama di babak kedua. Hasil imbang terasa kurang memuaskan bagi mereka, meskipun hal itu tidak mengganggu rekor kandang bagus di bawah Keith Andrews. Di akhir pertandingan, Brentford masih lebih unggul di klasemen dibanding Spurs.
Persepsi Thomas Frank
Frank yang terus mencari solusi ditanya tentang seberapa jauh fans memahami situasinya. “Itu pertanyaan yang sulit saya jawab, melihat beberapa boo setelah pertandingan,” ujarnya. “Saya sebenarnya tidak mengikuti media sosial atau artikel. Saya memantau tim. Saya sangat sadar bahwa kami belum berada di posisi yang saya inginkan.”
Kondisi Pemain
Frank harus menghadapi tantangan berat dengan delapan pemain yang absen karena berbagai alasan. Selain itu, Brennan Johnson juga tidak masuk skuad saat mendekati transfer £35 juta ke Crystal Palace.
Brentford sempat mencetak gol lewat Kevin Schade di menit keenam setelah mendapatkan tendangan pojok, namun dianulir karena offside. Mereka meneruskan tekanan, berusaha mendapatkan celah dari Spurs yang tampak tidak berdaya.
Statistik Pertandingan
Spurs tidak menciptakan banyak peluang berarti. Momen terbaik mereka terjadi pada menit ke-30 ketika Richarlison menyambut umpan Palhinha, tetapi sundulan Richarlison meleset. Di sisi lain, Brentford berusaha keras, meskipun Keane Lewis-Potter dan Vitaly Janelt tidak cukup memanfaatkan peluang.
Pendukung Spurs terus berharap kehadiran Johnson di menit ke-70 dan merindukan sosok yang dapat meregangkan pertahanan lawan. Terlalu banyak kesalahan tak terpaksa dari para pemain dan kurangnya kerja sama membuat permainan menjadi sulit disaksikan. Frank menekankan pentingnya clean sheet dan soliditas defensif, tetapi itu masih belum cukup.
Permintaan penalti dari Archie Gray di menit ke-57 setelah pelanggaran Schade juga tidak dikabulkan. Spurs tampak tidak berdaya mencetak gol, dan tembakan Richarlison di detik-detik akhir hanya menggambarkan keadaan yang lemah.
Dampak Pertandingan
Penampilan negatif ini menunjukkan bahwa Spurs tetap harus berjuang untuk menemukan ritme permainan yang tepat. Tanpa perbaikan signifikan, kekhawatiran tentang masa depan tim ini akan terus menghantui Frank dan pendukungnya.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment