Tim Alternatif Musim Ini di Premier League dengan Data GeniusIQ
Selamat datang di The Debrief, kolom yang membahas berbagai cerita kunci dari pertandingan terbaru Premier League. Kali ini, kita akan melihat tim alternatif musim ini yang dibantu oleh data dari GeniusIQ.
Terlepas dari nama-nama yang umum, kita akan mengeksplorasi beberapa pemain yang mungkin terlewat, dengan fokus pada statistik yang menonjol.
Senne Lammens (Manchester United)
Manchester United bergantung pada lini depan yang diperbaharui. Dengan kepemimpinan Michael Carrick, mereka berhasil menempatkan salah satu playmaker terbaik di liga. Namun, jangan abaikan kontribusi dari kiper mereka, Senne Lammens. Sebagai pemain baru berusia 23 tahun, Lammens mencatatkan tindakan menakjubkan dengan mencegah lebih banyak gol dibandingkan kiper lain di Premier League musim lalu.

Matheus Nunes (Manchester City)
Pep Guardiola tidak melihat Nunes sebagai gelandang, tetapi pemain Portugal ini berhasil beradaptasi menjadi bek kanan yang efektif. Nunes tidak hanya berkinerja baik secara defensif, tetapi juga aktif dalam membantu menyerang dengan seringnya berpartisipasi dalam fase akhir permainan.
Adrien Truffert (Bournemouth)
Adrien Truffert tampil mengesankan di sisi kiri pertahanan Bournemouth. Dia mencatatkan hampir dua kali lipat jumlah lari overlapping dibandingkan pemain lain di Premier League dan menjadi yang teratas dalam kategori bawah-berlari. Truffert tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki kualitas dalam menyerang.
Jan Paul van Hecke (Brighton)
Van Hecke menjadi bek yang dominan dalam membawa bola. Dia adalah satu-satunya pemain yang berhasil membawa bola lebih dari 10 kilometer sepanjang musim ini, berkontribusi signifikan dalam permainan yang mengatasi lawan dengan bawa bola.
Marcos Senesi (Bournemouth)
Senesi adalah bek tengah yang sangat penting bagi pertahanan Bournemouth. Kekuatan fisiknya dan kemampuan distribusi yang baik menjadikannya aset berharga bagi tim, di mana ia mampu melewati lebih banyak defender dengan operan daripada pemain lain.
Elliot Anderson (Nottingham Forest)
Anderson berkembang menjadi gelandang yang sangat berpengaruh bagi Nottingham Forest. Statistik menunjukkan bahwa ia menutupi jarak paling jauh di antara semua pemain dan memiliki jumlah intersepsi yang penting untuk tim, yang menunjukkan betapa vitalnya kehadirannya.
Granit Xhaka (Sunderland)
Di usia 33 tahun, Granit Xhaka menampilkan performa luar biasa di Sunderland, membantu timnya meraih tiket ke Europa League. Dia mencatatkan jarak tempuh yang tinggi dan terlibat aktif dalam penguasaan bola.
Dominik Szoboszlai (Liverpool)
Di Anfield, Szoboszlai adalah sorotan utama bagi Liverpool. Selain mencetak tendangan bebas spektakuler, ia juga mencatatkan lebih dari 1.536 lari intensitas tinggi, menjadikannya pemain paling aktif di liga musim ini.
Jeremy Doku (Manchester City)
Doku menunjukkan perkembangan signifikan dengan menjadi pemain kunci bagi City. Ia mencatatkan banyak dribel dan berhasil menciptakan peluang bagi tim, membuktikan kemampuannya di penghujung musim.
Ollie Watkins (Aston Villa)
Watkins mengalami kebangkitan menjelang akhir musim dan menjadi pencetak gol terbanyak di Aston Villa, mencetak tujuh gol dalam enam pertandingan terakhir. Aktivitasnya dalam mengancam lini belakang pertahanan lawan menjadikannya salah satu pemain yang diperhitungkan.
Viktor Gyokeres (Arsenal)
Meskipun tiga pemain Arsenal ada di daftar pendek penghargaan pemain terbaik, Gyokeres tetap menjadi pencetak gol terbanyak untuk tim. Ia memiliki statistik yang solid dan berkontribusi signifikan dalam menyerang.
Dengan melihat performa para pemain ini, kita mendapatkan gambaran tentang potensi mereka yang sering terabaikan. Musim depan, kita dapat mengharapkan lebih banyak kejutan dari mereka dalam kompetisi Premier League.
(PL/GN)
sumber : www.skysports.com
Leave a comment