Tottenham: Menang di Laga Tandang, Tapi Terjebak Masalah di Rumah
Tottenham bertahan di zona degradasi, namun hanya dua tim pengejar gelar Premier League yang mencetak lebih banyak poin di laga tandang dibanding mereka. Apakah ini cukup untuk bertahan?
Musim 2025-26 ini begitu menyedihkan bagi Tottenham Hotspur, sehingga sulit menemukan hal positif yang dapat dibanggakan di Copa Premier League. Dari sedikit statistik yang ada, sebagian besar diiringi dengan catatan buruk.
Spurs berada di peringkat kedua untuk jumlah duel yang dimenangkan (1.871), tetapi mereka juga terjebak di posisi kedua untuk duel yang kalah (1.930). Hanya Arsenal (17) yang mencetak lebih banyak gol dari situasi tendangan sudut dibanding Spurs (16), namun hanya beberapa tim yang mencetak lebih sedikit gol di permainan terbuka (27).
Rekor Tandang yang Menarik
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah rekor tim tandang Spurs. Dalam hal hasil laga tandang, Tottenham menjadi tim ketiga terbaik di Premier League musim ini.
Faktanya, Spurs telah mengumpulkan 26 poin dari laga tandang, hanya kalah dari Arsenal dan Manchester City yang masing-masing mengoleksi 32 poin. Ini mungkin mengejutkan mengingat performa mereka yang buruk hampir di sepanjang musim ini. Tim-tim lain yang bersaing di zona Champions League dan bahkan tim yang juga berjuang untuk menghindari degradasi memiliki catatan yang lebih buruk di laga tandang dibanding Spurs.
Jumlah poin yang dicetak Spurs di laga tandang sangat signifikan, terutama mengingat performa mereka yang sangat buruk di kandang. Musim ini, Spurs hanya berhasil meraih 11 poin di Stadion Tottenham, yang merupakan jumlah terendah di liga. Mereka hanya unggul satu poin dari Burnley yang terdegradasi, dan posisinya di klasemen kandang sangat memprihatinkan.
Kondisi di Kandang
Musim ini, Spurs hanya memenangkan dua pertandingan di kandang dari total 17 laga Premier League. Salah satu kemenangan terjadi di awal musim melawan Burnley (3-0), dan yang lainnya saat menghadapi Brentford pada bulan Desember (2-0). Saat ini, mereka tengah menjalani sembilan laga tanpa meraih kemenangan di kandang.
Dengan hanya 29.7% poin yang didapat dari laga kandang, Spurs mencatatkan persentase tertinggi di sejarah Premier League untuk tim yang sangat bergantung pada poin tandang. Hanya enam tim dalam sejarah yang meraih lebih dari 60% poinnya dari laga tandang, dan Spurs mungkin menjadi tim pertama yang mencapai lebih dari 70% jika kondisi ini terus berlanjut.
Menuju Akhir Musim
Namun, untuk bertahan di liga, Spurs perlu memperbaiki performa di kandang. Mereka memiliki dua pertandingan tersisa di kandang yang seharusnya lebih menguntungkan, yaitu melawan Leeds pada Senin mendatang dan Everton di laga terakhir musim. Kedua pertandingan ini memiliki peluang lebih baik dibandingkan laga tandang ke Stamford Bridge, di mana Spurs hanya menang sekali sejak era Premier League dimulai.
Penting bagi Spurs untuk meraih setidaknya satu kemenangan dari tiga pertandingan sisa ini. Mereka memiliki dua kali lebih banyak kesempatan untuk meraih poin di kandang dibanding di tandang. Data menunjukkan bahwa tim-tim yang mengandalkan lebih banyak poin dari laga tandang memiliki kemungkinan tinggi untuk terdegradasi, dan ini menjadi sinyal peringatan bagi Spurs.
Rekor di kandang memberikan sedikit harapan bagi Spurs untuk memenangkan laga melawan Leeds atau Everton. Leeds belum terkalahkan dalam enam laga tandang terakhir di Premier League, dan Everton hanya selisih satu poin lebih sedikit di papan tandang dibanding Spurs, dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit.
Kesimpulan
Saat Tottenham berjuang untuk bertahan di Premier League, performa tandang mereka akan menjadi faktor penentu. Meskipun masih ada tiga pertandingan sisa, tanpa perbaikan di kandang, akan sulit untuk mempertahankan status liga mereka. Dengan hanya dua kemenangan di kandang sepanjang musim, Spurs perlu segera mencari solusi agar tidak terjebak dalam zona degradasi.
(PL/GN)
sumber : theanalyst.com
Leave a comment