Strategi Cerdas dalam Fantasy World Cup
Berbeda dengan Fantasy Premier League, nilai pemain dalam game Fantasy World Cup tidak berubah berdasarkan performa setelah dipilih. Oleh karena itu, semakin cepat Anda menemukan bakat tersembunyi, semakin baik.
Terlibat Secara Aktif
Zaman memilih tim, melupakan, dan berharap yang terbaik sudah berlalu. Salah satu keunikan dari game fantasy Piala Dunia adalah Anda dapat melakukan pergantian dan perubahan kapten selama pertandingan berlangsung.
Selama pemain yang Anda pilih dari bangku cadangan atau kapten baru Anda belum bermain, Anda dapat menggantinya dengan pemain lain dari skuat Anda. Sebagai contoh, jika Anda menjadikan Kane sebagai kapten dan dia tidak mencetak gol di pertandingan pertama, Anda dapat menggantinya dengan Mbappé jika Prancis belum bermain. Ini berarti Anda perlu fokus dan selalu mengikuti perkembangan tim Anda seiring dengan hasil yang muncul.
Namun, ada sedikit syarat. Jika Anda mengganti pemain yang sudah bermain dengan pemain dari bangku cadangan, fitur substitusi otomatis akan dinonaktifkan, yang mengakibatkan tidak ada penggantian pemain jika ada yang tidak bermain. Hal yang sama berlaku untuk poin ganda yang didapat dari wakil kapten jika kapten utama tidak bermain.
Cari Pemain Serba Bisa
Pemain yang bisa beradaptasi di berbagai posisi sangat penting untuk tim fantasy Anda. Pemain yang dapat bermain di beberapa posisi dapat memberikan poin tambahan karena game ini tidak mengubah posisi yang ditentukan berdasarkan posisi di lapangan.
Contohnya, Scott McTominay telah bermain sebagai false-nine untuk Skotlandia dan mencetak dua gol di kualifikasi, meskipun dia berposisi sebagai gelandang dalam permainan. Begitu juga dengan Bukayo Saka, Lamine Yamal, dan Dembélé, yang terdaftar sebagai gelandang tetapi lebih sering berperan sebagai penyerang. Ini memberikan mereka peluang lebih besar untuk mencetak poin dibandingkan Vinícius Júnior, yang berposisi sebagai penyerang.
Manfaatkan ‘Boosters’
Ada lima jenis booster yang tersedia selama turnamen dan masing-masing harus digunakan pada momen yang paling strategis. Setiap booster memiliki fungsi yang berbeda dan kebutuhan setiap pemain dapat bervariasi sepanjang turnamen.
- Wildcard: Ini memungkinkan Anda melakukan transfer tidak terbatas dalam satu putaran. Tip kami: Gunakan ini segera setelah putaran pertama untuk menyesuaikan tim Anda berdasarkan performa para manajer atau saat fase knockout berlangsung.
- 12th Man: Pemain tambahan ini akan mendapatkan poin untuk tim Anda dalam suatu putaran. Setelah dipilih, pemain ini tidak bisa diubah atau dijadikan kapten. Tip kami: Pilih pemain yang berpotensi besar menghasilkan poin dalam satu pertandingan.
- Maximum Captain: Memberikan poin ganda kepada pemain yang mencetak poin tertinggi dari XI awal Anda. Tip kami: Pilih ini saat Anda bingung menentukan kapten di antara laga-laga krusial.
- Qualification Booster: Booster ini hanya bisa diaktifkan mulai babak knockout dan memberikan dua poin tambahan untuk setiap pemain yang berhasil melaju ke tahap berikutnya. Tip kami: Optimalkan ini mulai dari babak 16 besar setelah memperbanyak tim dari negara yang berpotensi melanjutkan.
- Mystery Booster: FIFA juga menyimpan kejutan dengan satu booster tak dikenal yang akan diungkapkan setelah fase grup dan bisa digunakan di salah satu babak knockout.
Ambil Risiko dan Nikmati Permainannya
Nasihat dari para pakar fantasy football adalah untuk mengikuti insting Anda. Jika Anda merasa Korea Selatan akan menjadi kuda hitam tahun ini, masukkan beberapa pemain mereka ke dalam tim.
Jika Anda terkesan dengan penampilan pemain muda Argentina yang Anda lihat di video dan percaya dia akan bersinar, masukkan dia ke tim. Meskipun menempatkan banyak bek tengah mungkin tidak seimbang dalam dunia nyata, ini adalah fantasy football, dan Anda adalah pelatihnya.
Yang terpenting adalah menikmati permainan dan mendapatkan sedikit kebanggaan. Siapkan mini-league Anda dan atur tim sebelum laga pembuka Piala Dunia. Selain itu, pastikan untuk bergabung dengan liga Telegraph Sport dengan klik di sini.
(PL/GN)
sumber : www.telegraph.co.uk
Leave a comment