Strategi Juara FPL: Tips dari Erik Ibsen
Juara Fantasy Premier League 2025/26, Erik Ibsen, berbagi strategi yang membawanya meraih kesuksesan. Dalam kesempatan ini, dia menjelaskan pendekatan terkait captaincy dan penggunaan chips agar bisa memaksimalkan poin.
Hindari Risiko pada Captaincy
Erling Haaland menjadi pilihan utama bagi jutaan manajer di setiap Gameweek berkat performanya yang mengesankan dan kepopulerannya. Ibsen mencatat bahwa Haaland mendapat armband sebanyak 22 kali dari total 38 Gameweeks.
Hanya Bruno Fernandes yang dipilih lebih dari dua kali sebagai kapten, dengan Ibsen mempercayakan bintang Manchester United itu tujuh kali.
Pilihan Kapten Ibsen
| Jumlah GW Dipilih Sebagai Kapten | Pemain |
| 22 | Haaland |
|---|---|
| 7 | Fernandes |
| 2 | Gabriel, Raya |
| 1 | Tarkowski, Guehi, Rice, Semenyo, Joao Pedro |
Ibsen menjelaskan bahwa tujuannya adalah mengurangi risiko mendapatkan skor rendah. Dia berpendapat, meskipun ada saat-saat di mana memilih Haaland terasa merugikan, keputusan tersebut memberikan keandalan dalam jangka panjang.
Ambil Risiko dengan Pemain Lain
Ibsen memilih untuk lebih berhati-hati dalam memilih kapten dan mengambil risiko pada pemain lainnya. Contohnya terjadi pada Gameweek 29, saat dia tetap memasukkan Joao Pedro dari Chelsea meskipun banyak manajer lain menjualnya.
Saat Pedro mengalami kebuntuan di pertandingan sebelumnya, lebih dari 388.000 manajer memilih untuk mengeluarkannya dari tim. Namun, keputusan Ibsen terbayar ketika Pedro mencetak hat-trick dan memberikan satu assist, menghasilkan 19 poin tertinggi dalam semusim.
Keputusan ini membantu Ibsen meraih total 86 poin di Gameweek 29, melompat dari posisi kedelapan menjadi pemuncak klasemen yang ia pertahankan hingga akhir musim.
Strategi Penggunaan Chips
Di musim 2025/26, manajer FPL memiliki lebih banyak pilihan chips dengan adanya dua set chips yang dapat digunakan dalam satu musim. Terdapat chip Bench Boost, Free Hit, dan Triple Captain, serta dua Wildcards, satu untuk setiap paruh musim.
Set Pertama
Ibsen menggunakan Wildcard-nya di Gameweek 2, tetapi pada paruh kedua musim, ia belajar untuk lebih sabar dalam berstrategi. Dia menunggu hingga Gameweek 24 untuk melakukan Wildcard dan memutuskan dengan bijak untuk tidak langsung menggunakan captain chip pada saat-saat strategis.
Set Kedua
Pada paruh kedua musim, ketenangan Ibsen membantunya menjalankan strategi chips pada Double Gameweek 33 dan Blank Gameweek 34, yang menjadi momen paling krusial.
Dia menggunakan Wildcard di Gameweek 32, yang memudahkan setiap langkahnya ke depan. Dengan strategi ini, Ibsen meraih 75 poin pada Gameweek 32 dan 112 poin saat menggunakan Bench Boost di DGW33.
Ibsen kemudian menggunakan Triple Captain pada Haaland, meraih 33 dari total 92 poin di Gameweek 36, menunjukkan keberhasilannya dalam menggunakan chips dengan bijak.
Kesimpulan
Dengan strategi yang tepat dalam memilih kapten dan penggunaan chips, Erik Ibsen membuktikan bahwa pendekatan yang baik dapat membawa kesuksesan dalam Fantasy Premier League. Rencana dan keputusan yang cermat membantu Ibsen meraih gelar juara, sebuah pelajaran berharga bagi semua manajer FPL di tahun mendatang.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment