Carlos Cuesta Ungkap Keputusan Terberat: Tinggalkan Arsenal dan Mikel Arteta Demi Parma
Pelatih muda berusia 30 tahun, Carlos Cuesta, baru-baru ini mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan Arsenal adalah salah satu yang paling sulit dalam hidupnya. Terutama, ia merasa berat harus berpisah dengan Mikel Arteta, sosok yang sangat ia hormati.
Perjalanan Karir Carlos Cuesta
Meskipun usianya relatif muda, Cuesta telah mengukir perjalanan karir yang cukup padat di dunia kepelatihan sepak bola. Ia menghabiskan hampir lima tahun bekerja bersama Mikel Arteta di Arsenal, setelah sebelumnya sempat menimba ilmu di akademi klub raksasa seperti Atletico Madrid dan Juventus. Pengalaman ini membentuknya menjadi salah satu pelatih muda yang paling menjanjikan.
Beratnya Keputusan Meninggalkan Arsenal
Musim panas ini, masa bakti Cuesta di London utara berakhir setelah ia menerima tawaran untuk menjadi pelatih kepala Parma di Serie A Italia. Cuesta mengakui bahwa panggilan itu bukanlah keputusan yang mudah untuk diambil.
“Itu mungkin keputusan tersulit dalam hidup saya,” ujar Cuesta. “Saya sangat bahagia di Arsenal, dikelilingi oleh orang-orang luar biasa dalam proyek yang luar biasa. Tidak hanya dengan para pemain hebat dan jalur yang terus berkembang, tetapi juga dengan seseorang yang sangat penting bagi saya, yaitu Mikel Arteta. Ia adalah pribadi yang luar biasa. Dia selalu sangat mendukung selama seluruh proses dan hingga kini. Saya tidak bisa cukup memuji siapa dirinya, bukan hanya sebagai pemimpin dan pelatih, tetapi juga sebagai manusia.”
Alasan di Balik Pilihan Parma
Mengenai mengapa Cuesta akhirnya memutuskan bergabung dengan Parma, ia menjelaskan bahwa ini adalah tentang menciptakan jalan baru dengan klub yang ia yakini. Setelah lima tahun berperan sebagai asisten Arteta, wajar jika ia menginginkan kesempatan untuk memimpin tim sendiri.
“Saya harus mempertimbangkan banyak hal, tetapi pada akhirnya saya memiliki perasaan yang baik dengan orang-orang di Parma,” Cuesta menjelaskan. “Ini adalah klub bersejarah yang menakjubkan. Anda bisa merasakan bahwa pernah ada kesuksesan di sini, dan pada saat yang sama, ada banyak pasang surut. Saat ini, kami mencoba menciptakan jalur kami sendiri dan babak baru kami sendiri.”
Awal Musim Carlos Cuesta di Parma
Parma mengawali musim dengan performa yang bervariasi. Awalnya mereka kesulitan meraih banyak kemenangan di Serie A, namun belakangan tim menunjukkan peningkatan performa. Parma berhasil memenangkan tiga dari lima pertandingan terakhir mereka, mendorong posisi mereka naik ke peringkat 15, unggul lima poin dari zona degradasi. Dengan satu pertandingan tunda yang mereka miliki dibandingkan tiga tim di bawah mereka, Parma berpotensi memperlebar keunggulan menjadi setidaknya enam poin jika memenangkan laga tersebut.
Selain di liga, Parma juga menunjukkan performa yang menjanjikan di Coppa Italia. Mereka berhasil mengalahkan Pescara dan Spezia Calcio, sebelum akhirnya tersingkir di babak 16 besar setelah kalah tipis dari Bologna dengan gol di menit ke-89.
Meskipun perjalanan karir manajerial Cuesta masih panjang di musim perdananya, jika ia mampu menjaga Parma tetap aman dari zona degradasi dan terus menunjukkan peningkatan performa hingga Mei mendatang, itu akan menjadi permulaan yang sangat baik bagi karirnya sebagai pelatih kepala.
(SA/GN)
sumber : dailycannon.com
Leave a comment