Dilema Federico Chiesa di Anfield: Kembali ke Italia Mungkin Jadi Jalan Terbaik
Federico Chiesa masih menjadi tanda tanya besar dalam kariernya di Premier League. Winger asal Italia milik Liverpool ini mengalami musim pertama yang jauh dari kata mulus di Merseyside, dan dengan Piala Dunia yang sudah di depan mata, kepulangan ke Italia pada Januari mendatang bisa menjadi solusi ideal.
Liverpool mendatangkan Chiesa dari Juventus pada Agustus 2024 dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai 10 juta poundsterling ditambah 2,5 juta poundsterling dalam bentuk bonus. Meskipun ia didatangkan untuk menambah kedalaman skuad, dengan harapan kilatan magisnya seperti di Euro bisa kembali muncul, Chiesa tetap dikenal memiliki sentuhan flair dan sihir. Sayangnya, ia masih kesulitan menunjukkan performa terbaiknya di bawah tekanan.
Kendala Fisik dan Persaingan Ketat
Sekilas, mudah saja salah mengira usia pemain 28 tahun ini lebih muda, mengingat jumlah menit bermainnya yang sangat terbatas. Padahal, di usia yang seharusnya menjadi puncak performa sepak bolanya, Chiesa membutuhkan kesempatan bermain yang lebih konsisten, alih-alih menghadapi persaingan berat melawan kedalaman skuad Liverpool di posisi sayap. Namun, ada satu musuh besar yang harus ia taklukkan: kondisi fisiknya sendiri.
Perlu ditegaskan, ulasan ini sama sekali tidak bermaksud meremehkan pemain internasional Italia dengan 51 caps tersebut. Sebaliknya, akan sangat menyenangkan melihat Chiesa kembali bugar sepenuhnya dan menjadi bintang utama di tim serta liga yang lebih cocok untuknya. Dan tempat itu, tak lain tak bukan, adalah semenanjung berbentuk sepatu bot tersebut, Italia.
Minat dari Negeri Pizza
Laporan yang beredar sebelumnya sempat menyebutkan bahwa negosiasi telah dimulai antara agen sang pemain dan pihak Napoli. Bahkan, manajer Azzurri saat itu, Gennaro Gattuso, menyarankan sang winger untuk kembali ke tanah kelahirannya demi mendapatkan waktu bermain yang lebih reguler.
Fakta bahwa tim asuhan Antonio Conte tertarik menunjukkan kualitas Chiesa, sekaligus potensi besarnya sebagai “pemain proyek” yang menjanjikan. Potensi kepindahan ini diharapkan dapat menyuntikkan kembali semangat dalam kariernya yang terancam stagnan, mengikuti jejak kebangkitan pemain seperti Andre-Frank Zambo Anguissa, Billy Gilmour, dan tentu saja, Scott McTominay.
Memang, Chiesa sendiri menyatakan ingin bertahan dan berjuang di Anfield:
“Saya menyukai persaingan! Saya ingin bermain di sini dan saya pikir ini membantu saya menjadi pemain yang lebih baik.”
Namun, jika kesempatan tak kunjung datang, ia mungkin harus mengingat pepatah lama bahwa semua jalan pada akhirnya akan kembali ke rumah. Kembali ke Italia bisa menjadi langkah krusial untuk menghidupkan kembali kariernya dan mengamankan tempat di Piala Dunia mendatang.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment