Gianluca Rocchi Tegaskan Penalti untuk Inter di Derby Milan Sudah Tepat
Keputusan kontroversial wasit Simone Sozza yang menghadiahkan penalti untuk Inter Milan dalam laga derby melawan AC Milan akhirnya mendapat lampu hijau dari Gianluca Rocchi, penanggung jawab penugasan wasit Serie A. Rocchi secara tegas mendukung keputusan Sozza atas pelanggaran Strahinja Pavlovic terhadap Marcus Thuram.
Sebelumnya, penunjukan Sozza untuk memimpin laga krusial ini sempat menimbulkan keraguan di kubu Inter. Penampilannya yang kurang memuaskan saat Inter mengalahkan Fiorentina 3-0 bulan lalu, serta performanya di Supercoppa Italiana musim lalu antara dua tim Milan, membuat banyak pihak merasa was-was. Ketegangan pun menyelimuti jalannya pertandingan di San Siro terkait kinerja wasit berusia 38 tahun tersebut.
Meskipun Sozza melakukan beberapa kesalahan minor selama pertandingan, keputusan terpentingnya dinilai sangat tepat. Ia awalnya membiarkan permainan berlanjut, namun setelah berkonsultasi dengan ruang VAR, Sozza akhirnya menunjuk titik putih untuk Inter. Pelanggaran sliding tackle Pavlovic terhadap Marcus Thuram memang tidak bisa diabaikan, meskipun Thuram sudah melepaskan umpan.
Menurut Rocchi, Sozza mengambil keputusan yang benar dengan memberikan penalti kepada Inter, meskipun Thuram sudah tidak lagi menguasai bola.
Analisis Rocchi atas Keputusan Penalti di Derby Milan
“Konsep On-Field Review (OFR) telah berubah,” ujar Rocchi. “Anda harus melakukan intervensi ketika pelanggaran tersebut ceroboh. Dalam kasus ini, wasit melakukan tinjauan sendiri di depan monitor, tanpa ada tekanan dari siapa pun.”
“Tantangan ini adalah penalti dan kartu kuning. Jika itu hanya kontak normal setelah bola lepas, itu bahkan bukan penalti,” tambahnya. “Intensitas pelanggaranlah yang membawa kami pada On-Field Review. Jika tidak, setiap kontak akan menjadi penalti.”
“Fakta bahwa umpan silang sudah dilakukan tidak mengubah apa pun,” tegas Rocchi.
Ia juga mengingat insiden serupa sebagai perbandingan: “Tahun lalu, kami memberikan penalti untuk insiden serupa di laga Fiorentina-Lazio. Dan tahun ini kami melewatkannya di pertandingan Juventus-Lazio.”
Pernyataan Rocchi ini memberikan kejelasan tentang interpretasi aturan terkait pelanggaran yang terjadi setelah bola dilepaskan. Penekanan pada ‘intensitas pelanggaran’ menjadi kunci dalam pengambilan keputusan, membedakan antara kontak biasa dan pelanggaran yang layak diganjar penalti, terlepas dari apakah bola masih dalam penguasaan pemain atau tidak. Klarifikasi ini diharapkan dapat mengurangi kontroversi serupa di pertandingan Serie A mendatang dan menegaskan konsistensi penerapan aturan oleh para ofisial pertandingan.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment