Tendangan Sensasional Isaksen Bawa Lazio Taklukkan Cagliari 2-0 di Olimpico
Tendangan spektakuler dari Gustav Isaksen sukses membawa Lazio menembus posisi sepuluh besar Serie A (SA) setelah mengalahkan Cagliari 2-0 dalam kick off larut malam di Stadio Olimpico. Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Lazio menjadi enam pertandingan berturut-turut.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Meskipun datang sebagai tim yang tidak diunggulkan, Cagliari justru menjadi yang pertama mengancam. Michael Folorunsho melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti pada menit ke-15, namun sepakannya masih mengarah tepat ke pelukan kiper Ivan Provedel.
Ancaman tersebut memicu semangat Biancocelesti, julukan Lazio, yang kemudian menciptakan dua peluang emas menjelang menit ke-30. Toma Basic, pahlawan kemenangan Lazio melawan Juventus di pertandingan kandang sebelumnya, gagal memanfaatkan umpan matang dari Mattia Zaccagni di sayap kiri, sepakannya melambung di atas mistar dari jarak dekat. Tak lama berselang, Zaccagni sendiri gagal mengarahkan bola ke gawang setelah menerima umpan silang datar dari Manuel Lazzari, sepakannya melebar tipis dari tiang.
Adam Marusic kemudian nyaris membuka keunggulan dengan tendangan melengkung dari sudut kiri kotak penalti, namun upayanya berhasil ditepis dengan brilian oleh Elia Caprile, menjaga gawang Cagliari tetap aman. Tim tamu berhasil meredam gempuran Lazio, dan dalam upaya mereka untuk mengakhiri 20 pertandingan tanpa kemenangan dalam rekor head-to-head di liga, Cagliari nyaris mengejutkan Lazio di akhir babak pertama. Sepakan Sebastiano Luperto secara gemilang diblokir oleh Mario Gila.
Pergantian Babak dan Gol Pembuka Isaksen
Kembalinya bek tengah Luperto dan Yerry Mina ke starting lineup memang membuat pertahanan Cagliari lebih solid, dan mereka mengincar clean sheet kedua di musim ini. Mereka bahkan memiliki peluang untuk memimpin enam menit setelah kick off babak kedua, ketika Gianluca Gaetano melaju sendirian ke gawang, namun sepakannya lemah dan mudah diamankan oleh Provedel.
Merasakan bahwa pertandingan berjalan datar dan berpotensi berakhir imbang 0-0 untuk kedua kalinya berturut-turut, Lazio membutuhkan percikan inspirasi. Momen itu akhirnya datang dari Isaksen pada menit ke-66. Pemain depan asal Denmark, yang sebelumnya sempat absen karena demam kelenjar di awal musim ini, akhirnya memulai kampanyenya dengan gol solo yang memukau. Ia memotong ke dalam dari sisi kanan dan melepaskan tendangan melengkung indah yang melewati Gila dari jarak sekitar 20 yard.
Cagliari Berjuang, Zaccagni Mengunci Kemenangan
Cagliari berusaha bangkit di menit-menit akhir pertandingan. Leonardo Pavoletti hanya berjarak beberapa inci dari menyambar umpan silang tajam Matteo Prati, namun Lazio berhasil mempertahankan keunggulan tipis mereka. Kemenangan Lazio akhirnya dikunci dengan gol kedua yang dicetak oleh Zaccagni di masa stoppage time, memastikan tiga poin penuh bagi tim ibu kota.
Dampak Klasemen
Dengan kemenangan ini, Lazio berhasil naik lima posisi ke peringkat kedelapan klasemen sementara Serie A, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan. Sementara itu, tim tamu asuhan Fabio Pisacane masih tertahan di peringkat ke-14 dan kini tanpa kemenangan dalam enam pertandingan terakhir. Cagliari hanya terpaut tiga poin dari zona degradasi, menambah tekanan bagi mereka di sisa musim.
Man of the Match: Gustav Isaksen (Lazio)
(SA/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment