AC Milan ke Puncak Serie A Berkat Brace Heroik Pulisic, Tampil Gemilang Meski Didera Flu
Christian Pulisic menunjukkan performa heroik saat AC Milan berhasil melakukan comeback dramatis dan menang 3-2 atas Torino. Masuk dari bangku cadangan di babak kedua, Pulisic yang sempat didera flu berat, mencetak dua gol krusial yang mengantarkan Rossoneri kembali ke puncak klasemen Serie A.
"Dua hari lalu saya benar-benar merasa lumpuh, hari ini saya merasa jauh lebih baik. Saya senang bisa membantu tim di sini," ungkap Pulisic kepada Sky Sports Italia setelah pertandingan, menggambarkan perjuangannya melawan flu sebelum laga. "Kemarin kami bahkan tidak yakin apakah saya bisa bermain, tetapi pagi ini saya merasa jauh lebih baik. Saya senang dengan gol-gol ini, tetapi yang terpenting adalah memenangkan pertandingan."
Drama di San Siro
Sebelum pertandingan ini, AC Milan berada di posisi ketiga klasemen setelah para rival utama mereka, Napoli dan Internazionale, meraih kemenangan di akhir pekan. Ini berarti Milan wajib mengamankan tiga poin untuk kembali ke posisi teratas. Namun, jalannya laga tidak mudah.
Milan justru tertinggal 2-0 di menit ke-17 setelah Torino mencetak gol melalui Nikola Vlasic dan tendangan penalti dari Duván Zapata. Situasi ini membuat tim asuhan Stefano Pioli harus berjuang keras sejak awal.
Kebangkitan Penuh Perjuangan
Kebangkitan Milan dimulai dengan gol spektakuler dari Adrien Rabiot, yang melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 35 meter. Momen kunci datang pada menit ke-67 saat Christian Pulisic masuk ke lapangan. Dengan cepat, Pulisic mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 3-2 bagi Milan.
Hasil ini membuat AC Milan memiliki poin yang sama dengan Napoli, tetapi unggul dalam selisih gol, sehingga mereka berhasil merebut kembali posisi pertama di Serie A.
Pengakuan dari Pulisic dan Staf Pelatih
Penampilan impresif Pulisic menuai pujian, tidak hanya dari penggemar tetapi juga dari tim pelatih. Asisten pelatih Marco Landucci, yang menggantikan pelatih kepala Massimiliano Allegri karena sedang menjalani skorsing, menyoroti dedikasi Pulisic.
"Kami juga harus memuji staf medis karena Pulisic benar-benar sakit, namun ia datang dan memberikan bantuan besar bagi kami," kata Landucci. Ia menambahkan, "[Pulisic] adalah pemain yang kuat, ia sangat tenang di ruang ganti, tetapi di lapangan ia sangat buas dan di depan gawang, ia adalah seorang penembak jitu."
Pulisic sendiri tetap rendah hati. "Ini adalah musim di mana kami tidak melihat Milan mendominasi pertandingan terlalu banyak," ujarnya. "Saya masih perlu menemukan ritme yang lebih baik. Tim ini bermain sangat baik tahun ini. Kami menjalaninya pertandingan demi pertandingan."
Peran Kunci dan Fokus ke Depan
Sebagai kapten tim nasional Amerika Serikat, Pulisic memang selalu menjadi sorotan. Namun, saat ini ia fokus penuh untuk menjaga performa gemilangnya di Serie A. Dengan torehan dua golnya di laga ini, Pulisic kini telah mengoleksi tujuh gol, menempatkannya di jajaran top skor sementara liga.
Kontribusi Pulisic sangat vital bagi ambisi AC Milan dalam perburuan gelar juara Serie A musim ini. Kemampuannya mencetak gol dan mengubah jalannya pertandingan, bahkan saat tidak dalam kondisi prima, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain kunci bagi Rossoneri.
(SA/GN)
sumber : www.espn.com
Leave a comment