Fikayo Tomori: Serie A Tak Menghambat Peluang ke Timnas Inggris
Bek sentral AC Milan, Fikayo Tomori, menegaskan bahwa bermain di Serie A sama sekali tidak merugikan kesempatannya untuk dipanggil masuk ke skuad Timnas Inggris. Ia menunjuk rekannya di Rossoneri, Ruben Loftus-Cheek, sebagai contoh pemain yang tetap mendapatkan panggilan setelah meninggalkan Premier League.
Konteks Panggilan Timnas dan Karier di Italia
Sejak bergabung dengan Milan dari Chelsea pada tahun 2020, Tomori telah mengoleksi 189 penampilan kompetitif untuk klub Italia tersebut, termasuk 122 laga di Serie A. Namun, hingga saat ini ia baru mencatatkan lima caps untuk Timnas Inggris, dengan panggilan terakhirnya terjadi lebih dari dua tahun lalu, pada Oktober 2023.
Meskipun minim kesempatan di bawah bendera Tiga Singa, Tomori tidak percaya bahwa bermain di Serie A menjadi alasan ia kerap diabaikan.
“Saya pernah terpilih saat bermain di Italia, jadi saya tahu mereka (staf kepelatihan Inggris) mengamati,” ujar Tomori dalam podcast Filthyfellas.

“Dan Ruben (Loftus-Cheek) terpilih di pemusatan latihan terakhir dan sebelumnya, bahkan (Marcus) Rashford juga terpilih, Quansah juga terpilih, jadi ini bukan berarti ‘jauh dari mata, jauh dari pikiran’.”
Tomori mengakui bahwa bermain di Premier League memang memberikan eksposur yang lebih cepat bagi para pembuat keputusan di Timnas Inggris, namun ia tetap yakin bahwa berkarier di Italia tidak menghalangi peluangnya.
“Tentu saja, pelatih Timnas Inggris akan lebih sering menyaksikan pertandingan di Inggris, lebih mudah baginya untuk melihat. Itu bisa dimengerti, tapi bukan berarti saya berpikir karena saya di sini, dia tidak akan pernah melihat saya.”
Keputusan Pindah ke Milan
Tomori juga mengenang kembali keputusannya untuk meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Milan pada tahun 2020.

“Saya selalu tahu akan bermain di luar negeri, saya selalu merasakannya, saya hanya tidak tahu di mana. Ketika Milan datang, rasanya seperti… inilah klubnya.”
“Ketika saya pindah ke sana, itu adalah akhir dari masa COVID, jadi tidak seperti saya tiba-tiba berada di kota baru dan berpikir ‘ada apa ini’. Saya lebih sering berada di hotel, jadi meskipun saya keluar, tidak banyak orang di luar. Ketika saya tiba di sana, semuanya cukup mudah,” tambahnya.

Pandangan Fikayo Tomori ini menyoroti perdebatan panjang mengenai bagaimana pelatih Timnas Inggris mengevaluasi pemain yang berlaga di liga-liga top Eropa lainnya. Konsistensinya di level tertinggi Serie A dan Liga Champions bersama AC Milan menunjukkan bahwa kualitasnya tidak perlu diragukan, meskipun panggilan dari Gareth Southgate masih menjadi tantangan yang perlu ia taklukkan.
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment