Walter Sabatini: Menjaga Warisan Sepak Bola Italia
Walter Sabatini, sosok berpengaruh dalam dunia sepak bola, berbagi pandangannya tentang berbagai isu, mulai dari intuisi awalnya terhadap Ederson, hingga tantangan yang dihadapi sepak bola Italia saat ini. Dalam wawancara eksklusif ini, ia juga membahas masa depan Mohamed Salah, serta perjalanan sukses Luis Enrique di eropa.
Kisah Ederson dan Pengamatannya
Sabatini adalah orang yang mendatangkan Ederson dari Corinthians ke Salernitana dengan harga enam juta euro. Saat itu, Salernitana menghadapi potensi relegasi. Dengan biaya yang jauh lebih rendah, Ederson kini dijual ke salah satu klub terbaik dunia dengan harga 45 juta euro.
“Dengan Ederson, hanya satu tatapan yang saya butuhkan. Saya langsung menyukainya dan merasa ia bisa membantu Salernitana bertahan. Saat ini, dia masih bermain di 60% dari potensinya, dan saya yakin ia masih bisa berkembang,” ujarnya.
Peran Luis Enrique
Luis Enrique, mantan pelatih Roma yang kini sukses di PSG, diakui Sabatini sebagai pilihan yang berani. Kesuksesan kedua kalinya di Liga Champions menjadi bukti ketahanan profesional Luis.
“Ketika Luis menang, saya merasa lebih tenang. Dia tahu itu,” tambah Sabatini.
Tantangan Sepak Bola Italia
Sabatini menggarisbawahi pentingnya keberanian dari pelatih dan manajer di Serie A. Ia percaya bahwa Italia memiliki banyak talenta, namun tidak ada cukup keberanian untuk mendorong para pemain muda.
“Kita perlu keberanian lebih dalam mengambil risiko dengan pemain muda. Seperti yang terlihat di Cagliari, di mana Angelozzi berhasil mempertahankan status tim dengan banyak pemain muda,” jelasnya.
Pengamatan tentang Muhammad Salah
Mengenai Mohamed Salah, Sabatini menyatakan keinginannya untuk melihat winger berbakat tersebut kembali ke Serie A. Ia mengatakan, “Saya sangat berharap Momo kembali. Italia mencintainya dan ia meninggalkan kenangan yang mendalam di sini.”
Menatap Piala Dunia
Dengan Piala Dunia yang akan datang, Sabatini menyoroti kenyataan bahwa Italia harus menonton dari luar. Ia berharap adanya keberanian dari pelatih dalam mengembangkan talenta muda di liga domestik.
“Semua berawal dari keberanian untuk mengandalkan pemain muda, kita memiliki bakat yang harus dimaksimalkan,” ujarnya.
Kesimpulan
Sabatini, meskipun telah meninggalkan rutinitas harian di pasar transfer, masih merasakan kedekatan dengan dunia sepak bola. Dia berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan tim dan pemain untuk masa depan.
(SA/GN)
sumber : www.flashscore.com
Leave a comment