AS Roma Tumbang di Kandang Udinese, Kans Liga Champions Terancam
AS Roma menelan pil pahit saat bertandang ke markas Udinese di Bluenergy Stadium, Udine, setelah kalah tipis 1-0 dalam laga Serie A. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Giallorossi yang gagal mengamankan tiga poin krusial, padahal mereka berkesempatan untuk menggeser Juventus di klasemen dan mengamankan posisi keempat.
Dampak Kekalahan dan Ancaman Posisi Empat Besar
Kekalahan ini membuat Roma tertahan di posisi kelima, semakin menjauh dari zona empat besar yang menjadi target utama untuk lolos ke UEFA Champions League musim depan. Mengingat performa mereka yang sempat merangkak naik ke posisi puncak dan kedua di awal musim, kehilangan posisi keempat akan menjadi kegagalan besar, terutama setelah upaya keras sepanjang musim. Roma harus lebih sigap dan fokus di pertandingan berikutnya, karena risiko kehilangan apa yang telah mereka perjuangkan selama ini semakin nyata.
Dalam analisis taktis pertandingan ini, terlihat jelas masalah dalam serangan Roma serta kesalahan-kesalahan yang dibuat, sementara Udinese berhasil menerapkan rencana set-piece dan tembakan jarak jauh yang efektif.
Formasi dan Susunan Pemain Udinese vs Roma
Pelatih Udinese, Kosta Runjaić, menurunkan formasi 5-4-1. Maduka Okoye dipercaya mengawal gawang, dilindungi oleh tiga bek tengah Oumar Solet, Thomas Kristensen, dan Nicolò Bertola. Kingsley Ehizibue dan Jordan Zemura mengisi posisi full-back. Di lini tengah, Jesper Karlström dan Lennon Miller berduet sebagai gelandang sentral, ditemani Arthur Atta dan Jürgen Ekkelenkamp sebagai winger yang mendukung striker tunggal Keinan Davis.
Sementara itu, Gian Piero Gasperini, pelatih Roma, mengandalkan formasi favoritnya 3-4-2-1. Mile Svilar berdiri di bawah mistar gawang, dengan tiga bek sejajar: Gianluca Mancini di kanan, Evan Ndicka di tengah, dan Mario Hermoso di kiri. Lini tengah diisi oleh Zeki Çelik dan Wesley França sebagai wing-back kanan dan kiri, serta Bryan Cristante dan Neil El Aynaoui sebagai gelandang sentral. Untuk serangan, Gasperini menempatkan Matías Soulé dan Lorenzo Pellegrini sebagai playmaker di belakang striker anyar Donyell Malen.
Kegagalan Roma Menembus Pertahanan Udinese
Udinese berhasil membungkam ancaman serangan Roma dalam pertandingan ini, terutama berkat pressing tinggi yang disiplin dan kemampuan mereka memblok build-up serangan dari belakang. Mereka menerapkan sistem man-marking yang ketat, mirip dengan yang sering digunakan Roma, untuk mencegah lawan membangun serangan dengan mudah.
Udinese menunjukkan permainan bertahan yang hampir sempurna, dengan man marking yang sangat baik sepanjang pertandingan. Hal ini memaksa Roma untuk sering kali memilih opsi umpan panjang yang rumit, menunjukkan betapa sulitnya mereka menembus barisan pertahanan Udinese yang solid.
Jadwal Pertandingan Roma Selanjutnya
AS Roma akan menghadapi tantangan berat untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengamankan posisi di empat besar. Mereka membutuhkan perbaikan signifikan, terutama dalam aspek serangan.
Pertandingan Udinese vs AS Roma di Serie A 2025/2026 ini diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2026, dengan kick-off pukul 20:45 waktu setempat (CET). Bagi para penggemar di Indonesia, pertandingan ini dapat disaksikan pada Minggu dini hari, 16 Februari 2026, pukul 02:45 WIB. Siaran langsung Serie A tersedia melalui platform Vidio dan Champions TV.
(SA/GN)
sumber : totalfootballanalysis.com
Leave a comment