Italia Berjuang untuk Kembali ke Panggung Dunia
Barcelona telah menjadi panggung yang menyisakan kenangan pahit bagi Tim Nasional Italia. Setelah gagal berpartisipasi pada Piala Dunia 2018 dan 2022, kini mereka berusaha keras untuk memastikan tempat di Piala Dunia 2026. Italia, yang merupakan juara dunia empat kali, berada di ambang sejarah, bisa mengalami kegagalan monumental atau memutus rentetan hasil buruk yang telah terjadi selama delapan tahun. Pertandingan semifinal playoff mereka akan dilaksanakan pada Kamis, pukul 02.45 WIB, melawan Irlandia Utara, tim yang terakhir kali bertanding di Piala Dunia pada tahun 1986.
Jika berhasil mengalahkan Irlandia Utara, Italia belum otomatis lolos ke Amerika Serikat. Mereka harus terlebih dahulu menghadapi pemenang pertandingan antara Wales dan Bosnia-Herzegovina yang akan digelar pada Selasa, 31 Maret, pukul 02.45 WIB. Hanya setelah memenangkan kedua pertandingan ini, Italia bisa memastikan tiket ke Piala Dunia.
Sejarah yang Menyakitkan
Ini adalah tiga kalinya Italia menghadapi situasi terjepit. Pada tahun 2018, mereka gagal lolos sebagai juara grup dan harus melalui playoff melawan Swedia. Di leg pertama di Solna, Italia kalah 1-0, dan pada leg kedua di Milan, pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Pada tahun 2022, situasi serupa terjadi; Italia kembali finis di posisi kedua grup dan harus melalui dua pertandingan playoff. Meskipun diunggulkan, mereka mengalami kekalahan mengejutkan melawan Makedonia Utara di menit terakhir pertandingan. Saat ini, Italia kembali menghadapi tantangan besar setelah menyelesaikan kualifikasi di posisi kedua, meski hanya kalah dua kali, keduanya dari Norwegia yang menjadi pemuncak grup.
Harapan untuk Masa Depan
Untuk mengatasi krisis ini, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mempercayakan masa depan tim kepada Gennaro Gattuso. Mantan pemain legendaris ini menggantikan Luciano Spalletti yang dipecat karena hasil buruk. Gattuso dikenal dengan semangat yang kuat meski karir melatihnya masih terbilang singkat. “Kami harus tetap bersatu dan optimis. Mentalitas sangat penting dalam pertandingan seperti ini,” ungkap bek Italia, Riccardo Calaori.
Untuk mencapai misi kualifikasi, Gattuso memilih menjadikan New Balance Arena di Bergamo sebagai lokasi pertandingan melawan Irlandia Utara, menyingkirkan San Siro yang seringkali menimbulkan tekanan dari suporter. “Saya memilih stadion ini karena di San Siro, ada suporter Inter dan Milan. Jika ada kesalahan, mereka bisa mencemooh,” tambahnya.
Dengan segalanya dipertaruhkan, Italia kini harus menunjukkan performa terbaik untuk kembali ke pentas dunia, sebuah langkah yang sangat krusial bagi masa depan sepak bola negara tersebut.
(SA/GN)
sumber : en.ara.cat
Leave a comment