Drama 1-1 di Olimpico: Ketangguhan Maignan Redam Gempuran Roma, Pellegrini Selamatkan Muka Giallorossi
Duel sengit tersaji di ibu kota Italia saat AS Roma menjamu AC Milan dalam lanjutan Serie A pada 25 Januari 2026. Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Stadio Olimpico. Koni De Winter membuka keunggulan untuk Milan, namun gol tersebut berhasil dibalas oleh Lorenzo Pellegrini melalui eksekusi penalti.
Kiper Milan, Mike Maignan, menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini. Meskipun gagal mencatatkan clean sheet, penampilan heroiknya di bawah mistar gawang membuat Roma kesulitan untuk memperlebar jarak gol. Kontribusinya sangat vital sehingga ia didaulat menjadi Pemain Terbaik versi Football Italia. Selain Maignan, beberapa pemain lain juga menunjukkan performa apik, seperti Koni De Winter, Luka Modrić, dan Zeki Celik.
Jalannya Pertandingan
Sejak kick-off, Roma menunjukkan dominasi di awal laga. Anak asuh Gian Piero Gasperini tampil menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya ke gawang Milan. Penjaga gawang Rossoneri, Mike Maignan, dipaksa melakukan serangkaian penyelamatan gemilang di babak pertama, menjaga gawangnya tetap perawan dari gempuran Giallorossi. Milan sendiri berusaha keras menahan serangan dan sesekali melancarkan counter attack.
Koni De Winter berhasil memecah kebuntuan untuk AC Milan, membawa timnya unggul. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Roma terus meningkatkan intensitas serangan mereka dan mendapatkan hadiah penalti. Lorenzo Pellegrini yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menggagalkan potensi kemenangan tipis Milan.
Penilaian Pemain
Berikut adalah rating pemain untuk kedua tim:
AS Roma
- Svilar: 6
- Mancini: 6.5
- N’Dicka: 5.5
- Ghilardi: 6.5
- Celik: 7
- Cristante: 6
- Kone: 6 (Pisilli: 6)
- Wesley: 5.5
- Soule: 5.5
- Dybala: 6 (Pellegrini: 7)
- Malen: 5.5 (Vaz: 6)
Pemain Terbaik Roma: Zeki Celik (7)
Wing-back ini tampil luar biasa malam itu, baik dalam menyerang maupun bertahan. Ia berhasil membatasi ruang gerak pemain seperti Rafael Leao dan Davide Bartesaghi di sisi lapangan. Celik juga memberikan perlindungan solid untuk Mancini di sisi kanan pertahanan dan berperan penting dalam memenangkan penalti yang berujung pada gol penyama kedudukan Roma.
Pemain Terburuk Roma: Donyell Malen (5.5)
Setelah debut yang mengesankan, pemain Belanda ini harus kembali menginjak bumi malam ini. Ia sangat boros peluang, melepaskan tujuh tembakan tanpa satu pun yang berbuah gol. Kontribusinya dalam membuka peluang bagi rekan setim juga minim. Sedikit egois, Malen diharapkan bisa tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan besar.
AC Milan
- Maignan: 7
- Tomori: 6.5
- Gabbia: 6
- De Winter: 7
- Saelemaekers: 5.5 (Athekame: 6)
- Ricci: 6.5 (Loftus-Cheek: N/A)
- Modric: 7
- Rabiot: 6.5
- Bartesaghi: 5.5
- Nkunku: 5.5 (Pulisic: 6)
- Leao: 5 (Fullkrug: 6)
Pemain Terbaik Milan: Mike Maignan (7)
Maignan harus tampil dalam performa terbaiknya untuk menahan gempuran Roma, dan ia berhasil melakukannya. Ia melakukan beberapa penyelamatan super di babak pertama untuk menjaga skor tetap imbang. Sayangnya, ia tidak bisa diharapkan untuk menyelamatkan setiap tendangan penalti yang dihadapinya.
Pemain Terburuk Milan: Rafael Leao (5)
Mungkin Leao dinilai terlalu keras, namun ia diharapkan menjadi andalan utama Rossoneri. Malam ini, keterlibatannya dalam permainan sangat minim sebelum Allegri memutuskan untuk mengganti Nkunku dan Leao dengan Pulisic dan Fullkrug di lini serang. Ini adalah penampilan yang mengecewakan bagi pemain Portugal tersebut selama satu jam pertandingan.
Komentar Pelatih
Pelatih Roma: Gian Piero Gasperini (7)
Penilaian yang sedikit aneh untuk pelatih Roma ini, yang awalnya menyiapkan timnya dengan sangat baik. Roma mampu membuat Milan kesulitan selama satu jam pertama, dan taktik Gasperini mendominasi. Namun, timnya gagal mengonversi peluang, yang sejujurnya bukan salah pelatih.
Pelatih Milan: Massimiliano Allegri (7)
Ini hampir menjadi masterclass klasik Allegri sebelum gol penyama kedudukan Roma dari titik penalti. Kepiawaian defensif dan taktik pertandingan besar Allegri berhasil menggagalkan Giallorossi meraih tiga poin penuh. Pergantian pemainnya juga cukup berhasil mengubah jalannya pertandingan.
Konteks dan Dampak
Hasil imbang ini menunjukkan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang berimbang, dengan Roma mampu mendominasi di beberapa bagian pertandingan dan Milan yang mengandalkan ketangguhan pertahanan serta keberanian sang kiper. Bagi Roma, hasil ini adalah poin penting di kandang meskipun mungkin terasa kurang memuaskan mengingat banyaknya peluang yang tercipta. Sementara itu, Milan berhasil pulang membawa satu poin dari laga tandang yang sulit, berkat performa gemilang Mike Maignan dan taktik cerdik Massimiliano Allegri, yang bisa menjadi modal berharga dalam persaingan di papan atas Serie A.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment