Kaitannya Napoli dengan Máximo Perrone: Analisis dan Statistik
Napoli telah mengaitkan nama gelandang Como, Máximo Perrone, dalam beberapa bulan terakhir. Dengan tinggal empat pertandingan tersisa di Serie A musim ini, penting untuk mengulas statistik antara kedua pemain yang membuat Napoli mengidentifikasi pemain 23 tahun ini sebagai target potensial.
Statistik dari Calcio Napoli 24 memberikan perbandingan antara Stanislav Lobotka dan Máximo Perrone untuk musim ini. Musim lalu, Perrone sering berpindah posisi di bawah arahan Cesc Fàbregas, yang berdampak pada peningkatan kualitas permainannya. Meskipun belum menjadi pengendali dominan di lini tengah, musim ini ia dapat memainkan peran sebagai salah satu dari dua gelandang di depan pertahanan dengan baik dalam formasi 4-2-3-1 milik Fàbregas.
Statistik Wajib Tahu: Lobotka dan Perrone
Lobotka telah tampil dalam 28 pertandingan Serie A musim ini dengan total 2.144 menit, mencatat satu gol, satu assist, dan xG sebesar 0,51. Pemain internasional Slovakia ini telah melakukan 8 tembakan tepat sasaran. Ia mempertahankan akurasi umpan sebesar 92,8% dengan rata-rata penyelesaian 58,9 umpan per pertandingan. Dalam aspek defensif, ia memenangkan rata-rata 0,9 tekel per pertandingan dan 0,4 intersepsi. Lobotka juga menciptakan 0,8 key passes dan menghasilkan 1,5 umpan panjang setiap pertandingan.
Sementara itu, Perrone telah bermain di 32 pertandingan Serie A dengan total 2.435 menit, mencetak tiga gol, empat assist, dan xG sebesar 2,25. Meskipun kedua pemain memainkan peran yang berbeda, ini menunjukkan bahwa Perrone lebih agresif dalam menyerang. Ia mencatat 17 tembakan tepat sasaran, dengan akurasi umpan 91,2% dan rata-rata penyelesaian 60,9 umpan per pertandingan. Dalam peran defensif, Perrone memenangkan rata-rata 1,7 tekel per pertandingan dan melakukan 0,6 intersepsi. Ia juga menciptakan 0,9 key passes dan melakukan 1,9 umpan panjang per tahun.
Alasan Napoli Mengincar Máximo Perrone
Dari perbandingan statistik ini, terlihat bahwa Perrone lebih serbaguna dibandingkan Lobotka di lini tengah. Di bawah Luciano Spalletti, Lobotka berperan sebagai playmaker klasik, tetapi perannya berubah dengan kedatangan Conte, yang membuatnya kurang terlibat dalam pembangunan serangan. Sebaliknya, Perrone dibebankan untuk maju ke depan dan berkontribusi dalam mencetak gol.
Dengan kontrak Lobotka yang berakhir pada 2027, Napoli nampaknya bertujuan untuk mengamankan Perrone sebagai penerus yang tepat di lini tengah mereka. Dengan kualitas permainan yang ditunjukkan oleh Perrone, kedatangan pemain ini dapat membawa dampak positif bagi tim di masa mendatang.
(SA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment