San Siro Bergelora, Ketidakpuasan Fans Terhadap Manajemen Milan
Saat artikel ini ditulis, AC Milan tertinggal 0-2 dari Atalanta dalam pertandingan krusial di Serie A. Sebelumnya, Roma berhasil mengalahkan Parma dan kini menyamakan poin dengan Milan dalam persaingan berebut tiket Liga Champions.
Ketidakpastian di Dalam Klub
Situasi di dalam klub juga diwarnai oleh ketidakpastian mengenai posisi pelatih Max Allegri, direktur olahraga Igli Tare, dan CEO Giorgio Furlani. Terutama Furlani yang menghadapi protes dari fans secara terbuka.
Salah satu situs berita Milan, MilanNews, mencatat bahwa hari ini terjadi protes besar-besaran di luar San Siro, dan sebuah fanzine yang didistribusikan oleh Curva Sud melontarkan kritik tajam terhadap Furlani dan manajemen klub saat ini.
Kritik terhadap Manajemen
“Tim pemenang yang seharusnya hanya butuh beberapa tambahan pemain berkualitas untuk meraih kesuksesan, telah dihancurkan oleh manajemen yang tidak kompeten, dipimpin oleh Furlani, yang tetap bertahan meski jelas terlihat bahwa kepemimpinannya gagal. Namun, ia sepertinya didukung oleh pemilik yang lebih mementingkan keuntungan finansial, menjauhkan AC Milan dari sejarah dan tradisi yang berharga,”
Lebih jauh, kritik ini mempertanyakan keputusan transfer yang diambil oleh Furlani dan kepemilikan RedBird.
“Furlani, dengan dua pemilik yang tidak paham, telah menghapus semua pencapaian yang telah dibangun. Ini bukan hanya tentang hasil pertandingan, tetapi juga mengacu pada bagaimana setelah satu dekade tanpa prestasi, para fans bersatu dengan manajemen untuk menciptakan kembali semangat Milanisme. Sekarang, stadion kami terasa hampa dan tanpa jiwa, disertai dengan kedatangan pemain-pemain yang diragukan kualitasnya,”
Protes terhadap Furlani semakin nyata ketika sekelompok fans mengangkat spanduk bertuliskan, ‘Furlani, Pergilah!’ sebelum pertandingan. Suara ketidakpuasan itu terus terdengar selama pertandingan berlangsung, menambah ketegangan di San Siro.
Dampak terhadap Klub
Furlani kini berada dalam posisi yang berisiko, dengan situasi semakin tidak menentu seiring berjalannya waktu. Banyak yang berpendapat bahwa dia hanyalah wakil dari kepemilikan yang tidak memiliki visi olahraga yang jelas, yang menghambat perkembangan Milan.
Kejadian ini menyoroti banyak masalah lebih dari sekadar individu di manajemen, dan menjadi tantangan serius bagi klub yang berusaha kembali ke jalur kemenangan.
(SA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment