Cremonese Mengejar Kemenangan Kedua Beruntun di Serie A
Cremonese akan berusaha meraih kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak bulan Desember saat mereka bertandang ke Udinese yang berada di tengah klasemen dalam laga pekan ke-37, Minggu ini.
Setelah minggu yang penuh kekacauan yang memengaruhi persiapan semua tim, semua 10 laga akan digelar pada hari yang sama, termasuk kunjungan La Cremo ke Bluenergy Stadium yang berlangsung bersamaan dengan laga Lecce, rival mereka dalam perjuangan menghindari degradasi.
Jalannya Pertandingan
Cremonese meningkatkan peluang mereka untuk bertahan di liga dengan kemenangan 3-0 atas Pisa, tim yang sudah terdegradasi, pekan lalu. Tim asuhan Marco Giampaolo memanfaatkan kartu merah yang diterima oleh dua pemain Pisa, Rosen Bozhinov dan Felipe Loyola, untuk meraih kemenangan tersebut, yang menjadi kemenangan terbesar bagi Cremonese di musim 2025-26.
Jamie Vardy mencetak gol pertamanya sejak Januari, sementara Federico Bonazzoli kini telah mencetak gol di dua laga berturut-turut setelah mengalami periode tanpa mencetak gol. David Okereke juga ikut mencetak gol setelah hampir dua bulan tanpa mencetak gol dan menambah perolehan skor akhir.
Dengan Lecce kalah 1-0 dari Juventus, Cremonese memasuki pekan ke-37 hanya terpaut satu poin dari zona aman, tetapi mereka mungkin membutuhkan satu kemenangan lagi dalam dua laga terakhir untuk melompati Lupi.
Namun, tim asal Lombardy ini mengalami delapan kekalahan dalam sembilan laga tandang mereka di tahun 2026, hanya mengalahkan Parma dengan skor 2-0 dalam periode tersebut. Setelah itu, mereka gagal mencetak gol dalam kekalahan melawan Cagliari (0-1) dan Napoli (0-4), menyoroti tantangan berat yang harus dihadapi tim tamu sebelum lawatan ke Udine.
Kosta Runjaic berhasil menjaga motivasi Udinese meskipun mereka tidak memiliki target jelas selain menyelesaikan liga dengan posisi yang baik. Friulani yang menduduki peringkat ke-10 ini berada di peringkat keempat dalam tabel performa dengan 10 poin dari lima laga terakhir, dengan kemenangan atas AC Milan (3-0), Torino (2-0), dan Cagliari (2-0).
Kemenangan terakhir atas Cagliari berarti bahwa tim Runjaic telah mencatatkan dua clean sheet berturut-turut untuk kedua kalinya musim ini. Udinese berharap untuk melanjutkan rekor tak terkalahkan mereka melawan Cremonese, yang terakhir kali kalah dari mereka terjadi pada Coppa Italia Agustus 1996, meski hanya ada tiga pertemuan sejak saat itu.
Statistik
Rekor tak terkalahkan Udinese dalam laga liga melawan Cremonese bahkan lebih lama, berlaku sejak 1985, yang ingin mereka pertahankan saat menjamu tim tamu yang sedang berjuang ini.
Berita Tim
Kingsley Ehizibue tidak dapat bermain karena akumulasi kartu, sedangkan Jurgen Ekkelenkamp dan Alessandro Zanoli dipastikan absen karena cedera. Branimir Mlacic akan diperiksa setelah hanya bermain 54 menit sebelum cedera melawan Cagliari.
Keinan Davis, pencetak gol terbanyak tim, kembali ke skuat dan memberikan assist setelah absen tiga laga. Vardy pun tampil kembali dengan mencetak gol dalam kemenangan Cremonese. Team tamu akan kehilangan Federico Baschirotto akibat cedera hamstring dan menunggu kabar dari Martin Payero, Faris Moumbagna, Romano Floriani Mussolini, dan Giuseppe Pezzella menjelang laga di Udine.
Lineup Kemungkinan
Udinese: Okoye; Bertola, Kristensen, Solet; Zemura, Karlstrom, Piotrowski, Atta, Kamara; Zaniolo, Buksa
Cremonese: Audero; Terracciano, Bianchetti, Luperto, Golino; Barbieri, Maleh, Grassi, Vandaputte; Bonazzoli, Vardy
Rekaman Pertandingan
Udinese kurang mengesankan di laga kandang Serie A, hanya meraih dua kemenangan dari lima pertandingan terakhir dan enam kemenangan dari 18 laga secara keseluruhan. Di sisi lain, performa tandang Cremonese sangat buruk, hanya menang satu dari sembilan laga tandang mereka di tahun 2026.
Dengan situasi ini, mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan poin di Udine, meskipun harapan untuk tetap bertahan di liga masih ada.
(SA/GN)
sumber : www.sportsmole.co.uk
Leave a comment