Jamie Vardy Tanggapi Metode Latihan di Cremonese
Legenda Premier League, Jamie Vardy, mengungkapkan keterkejutannya terhadap metode latihan yang diterapkan saat berseragam Cremonese di Serie A. Mantan striker Leicester City itu memutuskan untuk meninggalkan Cremonese setelah kontraknya habis musim panas ini, usai menjalani musim yang sulit.
Musim yang Menantang
Di usianya yang ke-39, Vardy sukses mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist dalam 29 penampilan. Namun, kontribusinya tidak mampu menyelamatkan Cremonese dari jurang degradasi, karena mereka harus terjun ke Serie B setelah finis di posisi ke-18, hanya terpaut empat poin dari Lecce di posisi aman.
Pengalaman Berlatih di Italia
Dalam podcast “Jamie Vardy’s Having a Party,” Vardy menjelaskan bahwa kehidupan sebagai pemain di Italia sangat berbeda. Ia merasa tertekan secara fisik karena latihan yang intens. “Dibandingkan dengan sepak bola Inggris, sepak bola Italia jauh lebih lambat dan lebih defensif. Latihannya nonstop: lari, lari, lari. Setelah itu, saat bertanding, kamu benar-benar tidak punya tenaga lagi. Terutama saat usia sudah 38, 39, itu bukan hal yang menyenangkan,” ungkapnya.
“Sebelum pertandingan melawan Bologna, kami menjalani latihan seperti yang biasa dilakukan di Inggris. Kami mendapat hari libur setelah pertandingan, dan semua pemain datang dengan kondisi segar. Hasilnya, kami menang 3-1. Semuanya sangat bergembira,” tambah Vardy.
“Namun, di pikiranku, aku berharap kami akan terus seperti itu. Nyatanya, kami harus kembali berlatih setiap hari karena ‘pertandingan ini sangat penting.’ Tapi semua pertandingan itu penting, menurutku.”
Keputusan Masa Depan
Selama masa karirnya di Leicester, Vardy mencetak 200 gol dalam 500 penampilan di semua kompetisi. Gaya latihan yang diterapkan di Leicester sangat sesuai dengan kemampuannya. Kini, usai meninggalkan Cremonese yang menguras tenaganya, ia berada dalam status free agent dan mempertimbangkan langkah selanjutnya sebelum pensiun.
Dengan pengalaman yang telah dijalani, Vardy akan menghadapi pilihan penting untuk menentukan masa depannya di dunia sepak bola, baik sebagai pemain maupun dalam peran yang berbeda.
(SA/GN)
sumber : www.tribalfootball.com
Leave a comment