Performa Wasit Daniele Doveri di Laga Inter vs Napoli Dipuji Setinggi Langit
Wasit berpengalaman, Daniele Doveri, menuai banyak pujian berkat kepemimpinannya yang apik dalam laga Serie A yang mempertemukan Inter Milan dan Napoli akhir pekan lalu. Pertandingan yang diwarnai drama tersebut berakhir imbang 2-2 di Stadion San Siro.
Menurut Riccardo Trevisani, seorang komentator sepak bola ternama, via FCInterNews, kinerja wasit berusia 48 tahun itu disebut-sebut sebagai penampilan wasit terbaik di Serie A dalam lima tahun terakhir.
Jalannya Pertandingan Penuh Drama
Duel antara Inter dan Napoli menyajikan tontonan spektakuler yang berakhir dengan skor 2-2. Federico Dimarco dan Hakan Calhanoglu mencetak gol untuk tuan rumah Inter, sementara Scott McTominay mencetak brace untuk tim tamu.
Pertandingan ini juga tidak lepas dari beberapa insiden kontroversial yang menjadi sorotan. Salah satunya adalah saat Juan Jesus secara tidak sengaja menendang dada Marcus Thuram di awal laga. Doveri memutuskan untuk tidak memberikan kartu karena menilai tidak ada unsur kesengajaan atau niat buruk dari bek asal Brasil tersebut, meskipun intensitas kontak cukup tinggi.
Namun, Doveri menunjukkan ketegasannya di babak kedua. Pelanggaran keras Amir Rrahmani terhadap Henrikh Mkhitaryan di area terlarang awalnya tidak diganjar penalti. Setelah meninjau ulang insiden tersebut dengan bantuan VAR, Doveri mengubah keputusannya dan menunjuk titik putih untuk Inter.
Keputusan Doveri untuk memberikan penalti kepada Inter memicu reaksi keras dari Antonio Conte. Manajer berusia 56 tahun itu meluapkan amarahnya, yang memaksa sang wasit veteran untuk mengusirnya dari lapangan.
Pujian Mengalir dari Riccardo Trevisani
Riccardo Trevisani tidak ragu melontarkan pujian setinggi langit untuk Daniele Doveri. Ia menganggap bahwa Doveri berhasil mengatasi tekanan besar yang membayangi dunia perwasitan Serie A dalam empat bulan terakhir.
“Doveri turun ke lapangan dengan semua tekanan dari periode empat bulan yang mengerikan bagi perwasitan dan memberikan performa yang layak untuk perempat final Liga Champions,” ujar Trevisani.
“Dengan bahasa tubuh dan otoritasnya, ia menjelaskan kepada para pemain bahwa mereka hanya ada di sana untuk bermain sepak bola. Di babak pertama, ia hanya meniup empat pelanggaran – hal yang luar biasa. Drama berlebihan menghilang; rasanya seperti pertandingan Premier League.
“Itu adalah pertandingan yang fantastis berkat Inter dan Napoli, tetapi tidak akan sebaik ini tanpa Doveri. Keputusannya untuk memimpin pertandingan tanpa terlalu mengandalkan kartu adalah keputusan seorang wasit dengan nyali sejati.”
“Profesi wasit secara efektif memainkan seluruh musim pada hari Minggu itu. Dan ini adalah penampilan 9/10 – bukan 10 karena ia sempat melewatkan penalti awal. Kami menyaksikan pertandingan Serie A paling indah dalam lima tahun terakhir.”
Penampilan gemilang Doveri ini diharapkan dapat menjadi standar baru bagi kualitas perwasitan di Serie A. Hal ini juga menunjukkan bahwa pertandingan bisa berjalan menarik dan objektif dengan kepemimpinan yang tepat di lapangan hijau, di tengah sorotan tajam terhadap kinerja wasit di kompetisi tersebut.
(SA/GN)
sumber : ca.sports.yahoo.com
Leave a comment