Tiga Pilar Kunci di Balik Kemenangan Gemilang Arsenal atas Bayern Munich di Liga Champions
Arsenal kembali mencatatkan malam monumental di Liga Champions pada Rabu malam. The Gunners berhasil menundukkan Bayern Munich 3-1, melanjutkan start sempurna mereka di kompetisi Eropa musim ini.
Gol-gol dari Jurrien Timber, Noni Madueke, dan Gabriel Martinelli sukses membantu The Gunners menaklukkan raksasa Bundesliga tersebut dan mengamankan tiga poin krusial. Kemenangan ini membawa mereka memuncaki klasemen fase liga, sekaligus memperbesar peluang untuk melaju ke babak sistem gugur.
Secara keseluruhan, ini adalah performa tim yang brilian dari skuad asuhan Mikel Arteta. Namun, di antara kegemilangan kolektif, ada tiga pemain yang tampil menonjol saat Arsenal berhasil mengatasi “musuh bebuyutan” mereka, Bayern Munich.
1. Declan Rice
Dalam pertandingan di mana ia dituntut untuk berada di puncak permainannya, Declan Rice sama sekali tidak mengecewakan di lini tengah Arsenal.
Rice menampilkan performa yang luar biasa, tak henti-hentinya bergerak sepanjang pertandingan. Pergerakannya yang konstan memungkinkan The Gunners melancarkan serangan cepat, di mana ia memimpin sejumlah transisi penting dalam permainan. Gelandang ini juga memberikan ancaman yang konsisten dari situasi set pieces, mengirimkan beberapa umpan berbahaya ke kotak penalti Bayern.
Momen terbaiknya mungkin terjadi saat timnya menguasai bola, namun kontribusinya dalam bertahan juga tak kalah penting. Rice berdiri kokoh di tengah lapangan, berhasil menahan serangan tim tamu. Kualitasnya bahkan membantu Arsenal mencetak gol kedua; ia merebut possession sebelum memulai gerakan yang berujung pada gol Madueke yang membawa timnya kembali unggul.
Yang ia butuhkan hanyalah sebuah gol untuk melengkapi performa briliannya, dan ia nyaris mendapatkannya ketika melakukan lari luar biasa dari area pertahanannya sendiri hingga ke kotak penalti lawan. Tendangannya mengarah ke gawang, namun digagalkan oleh penyelamatan apik Manuel Neuer.
Ini adalah penampilan menonjol dari Rice yang sekali lagi membuktikan bahwa Arsenal benar-benar mendapatkan kualitas sepadan dengan 105 juta poundsterling yang mereka bayarkan saat merekrutnya dari West Ham. Seperti yang sering ia lakukan, Rice muncul sebagai pahlawan di saat timnya sangat membutuhkannya.
2. Martín Zubimendi
Di tengah penampilan ciamik rekan lini tengahnya, kontribusi brilian Martín Zubimendi melawan Bayern mungkin sedikit luput dari perhatian. Namun, tak dapat disangkal bahwa ia adalah salah satu pemain terbaik Arsenal dalam kemenangan tersebut.
Berusaha bangkit dari kesalahan yang ia buat saat melawan Spurs (yang sebenarnya tidak banyak mengurangi performanya secara keseluruhan), pemain asal Spanyol ini mampu membuat perbedaan nyata di lini tengah bertahan.
Kehadirannya di tengah membantu Arsenal menahan serangan tim tamu di sebagian besar babak kedua. Ini berarti ia tidak terlalu banyak melakukan tugas defensif, namun apa yang ia lakukan, semuanya berjalan sangat baik. Meskipun memiliki postur tinggi, ia memenangkan aerial duels dan bertarung keras dengan lawan, sehingga Bayern kesulitan untuk menembus pertahanan.
Zubimendi juga menjadi kunci dalam pergerakan menyerang, menyelesaikan 40 umpan akurat dari 44 percobaan (akurasi 90,9%), dengan tujuh di antaranya merupakan umpan progresif yang membuka peluang.
Zubimendi dengan mudah menjadi salah satu pemain terbaik Arsenal dalam kemenangan atas Bayern. Penampilannya sekali lagi menunjukkan mengapa ia menjadi salah satu target utama Arsenal di musim panas, dan betapa beruntungnya The Gunners bisa mengamankan tanda tangannya.
3. Jurrien Timber
Absennya Luis Diaz di sisi kiri Bayern tidak berarti Jurrien Timber akan memiliki malam yang mudah. Sebaliknya, ia harus menghadapi mantan pemain Arsenal, Serge Gnabry.
Namun, meskipun menghadapi pemain Jerman tersebut, bek kanan ini justru tampil dengan relatif tenang. Ia berhasil meminimalkan serangan dari sisi kiri pertahanan Bavaria. Hal ini terbukti dari fakta bahwa assist Gnabry merupakan satu-satunya kontribusi nyatanya, dan itu pun terjadi saat ia bergeser ke sisi kanan lapangan.
Timber tampil solid dalam bertahan maupun menyerang sepanjang pertandingan. Ia bermain tinggi di lapangan untuk memberikan tekanan besar kepada Bayern saat mereka mencoba membangun serangan. Ia bertarung dengan baik sepanjang malam, memenangkan empat dari lima ground duels dan semua tiga aerial duelsnya.
Momen terbaiknya datang di awal pertandingan ketika ia berhasil menyambut sepak pojok Bukayo Saka dengan sundulan, membawa The Gunners unggul pada menit ke-22. Momen itu menjadi preseden akan apa yang akan terjadi bagi Timber dan Arsenal.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad dan mental juara Arsenal di kompetisi paling bergengsi Eropa. Dengan performa kunci dari para pemain seperti Rice, Zubimendi, dan Timber, harapan Arsenal untuk melaju jauh di Liga Champions semakin terbuka lebar.
(SA/GN)
sumber : paininthearsenal.com
Leave a comment