Kompany Ungkap Kunci Sukses Bayern: Mentalitas ‘Lapar atau Pergi ke Tempat Lain’
Majalah klub Bayern Munich, Säbener 51, baru-baru ini menerbitkan wawancara mendalam dengan pelatih kepala Vincent Kompany. Dalam kesempatan itu, Kompany membagikan pandangannya mengenai mentalitas yang ia tanamkan sebagai nakhoda juara bertahan Jerman dan bagaimana ia berupaya menjaga standar kesuksesan yang sangat ketat di klub yang telah meraih segalanya, berulang kali.
Filosofi ‘Lapar atau Pergi ke Tempat Lain’
Wawancara tersebut menyoroti salah satu ‘prinsip panduan’ Kompany yang tegas: “Lapar atau pergi ke tempat lain”. Ini menjadi penekanan bahwa untuk bisa bertahan di bawah kepelatihan Kompany di Bayern, seseorang harus menjadi “gandum yang terpisah dari sekam”, artinya harus menunjukkan kualitas dan dedikasi yang tinggi, tanpa ada ruang bagi pemain yang hanya sekadar ikut-ikutan.
Namun, apa sebenarnya arti “lapar” bagi sebuah klub yang, seperti banyak pemainnya, sudah lama berkompetisi dan sukses di level elite olahraga ini? Kompany memberikan jawaban yang lugas.
“Pada level ini, Anda wajib memberikan segalanya,” kata Kompany dalam wawancara tersebut. “Anda bisa menikmati kesuksesan – tetapi Anda harus siap berkorban. Lapar berarti selalu menginginkan lebih, selalu bersiap untuk berbuat lebih banyak, dan melakukannya bersama-sama. Ini juga tidak ada hubungannya dengan kemenangan. Anda harus merasa lapar ketika Anda menang, kalah atau seri, ketika matahari bersinar, ketika hujan atau salju. Ini adalah pola pikir untuk mendorong diri sendiri tanpa menjadi negatif, berdasarkan keyakinan: Hanya mereka yang berpegang teguh pada tugas yang akan mencapai kemajuan.”
Menjaga Standar Keunggulan Bayern
Penjelasan Kompany menyoroti pentingnya menjaga dorongan positif tanpa terjebak dalam negativitas. Dorongan yang sama yang mendorong atlet menuju kejayaan terkadang dapat menumbuhkan budaya toksisitas jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, bagi Kompany, sangat krusial untuk tetap menekankan hal-hal positif tanpa mengorbankan dorongan untuk terus maju.
Pola pikir yang diterapkan Kompany ini telah membuahkan hasil yang signifikan bagi Bayern Munich sejauh ini. Dengan mentalitas seperti ini, para pemain diharapkan untuk selalu memberikan yang terbaik dan terus berjuang, terlepas dari kondisi atau hasil pertandingan sebelumnya. Hal ini memastikan bahwa Bayern tetap berada di puncak performa dan mempertahankan dominasinya di kancah sepak bola domestik maupun Eropa.
Penerapan filosofi ini menjadi fondasi kuat bagi Kompany dalam membentuk skuad yang kompetitif dan tangguh, siap menghadapi setiap tantangan dengan semangat juang yang tak pernah padam. Ini menunjukkan bahwa di Bayern, mentalitas pemenang tidak hanya tentang merayakan kemenangan, tetapi juga tentang komitmen tanpa henti untuk meraih lebih banyak lagi.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment