Pertemuan Cristiano Ronaldo dengan Donald Trump Picu Reaksi Keras di Media Sosial
Bintang sepak bola global, Cristiano Ronaldo, baru-baru ini menjadi sorotan tajam di media sosial setelah pertemuannya dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Momen pertemuan yang dibagikan secara luas tersebut memicu berbagai kritik dan perdebatan di kalangan penggemar dan netizen.
Reaksi Cepat di Media Sosial
Foto dan video yang memperlihatkan Ronaldo dan Trump berjalan serta saling tersenyum dibagikan di akun resmi Gedung Putih dan juga akun pribadi Ronaldo. Unggahan tersebut sontak memicu gelombang kritik dan perbincangan panas. Gedung Putih bahkan menuliskan deskripsi yang menyebut Trump dan Ronaldo sebagai “Dua GOAT” (Greatest Of All Time) yang kemudian menjadi pemicu utama trolling.
Netizen merespons dengan membanjiri kolom komentar dengan gambar Lionel Messi, bintang Argentina yang sering disebut sebagai rival abadi Ronaldo dalam perebutan status pemain terpopuler dan terbaik dunia. Banyak yang menyoroti fakta bahwa hanya Messi yang telah berhasil memenangkan Piala Dunia, sebuah pencapaian yang belum diraih Ronaldo.
Kritik dari Penggemar
Pertemuan Ronaldo dengan Trump membuat banyak penggemar sepak bola merasa “sangat mengecewakan.” Sejumlah komentar menunjukkan kekecewaan mendalam, dengan beberapa menyatakan mereka “kehilangan rasa hormat” dan bahkan ada yang mengklaim “berhenti mengikuti CR7 begitu cepat.”
“Kamu memalukan,” tulis seorang komentator. Yang lain menambahkan, “Cristiano Ronaldo hanya mempermalukan dirinya sendiri. Apakah dia benar-benar berpikir melakukan hal ini akan membantunya mendapatkan lebih banyak pendukung?”
“Aku sangat menghormatimu… sekarang tidak lagi,” kata komentator ketiga. “Kamu seharusnya tahu lebih baik.”
Konteks Transfer Al-Nassr dan Tuduhan Sportswashing
Reaksi ini menambah panjang daftar kontroversi yang mengelilingi Ronaldo dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, pada tahun 2023, striker Portugal itu menandatangani kontrak dengan klub Liga Pro Saudi Al-Nassr. Transfer ini merupakan bagian dari upaya besar Liga Pro Saudi untuk menarik pemain-pemain top dunia dengan kontrak bernilai tinggi, dalam rangka meningkatkan pariwisata dan penawaran olahraga negara tersebut.
Namun, langkah ini dikecam luas sebagai praktik “sportswashing,” di mana negara menggunakan acara olahraga besar atau investasi pada tim dan pemain terkenal untuk membersihkan citra mereka dari isu-isu hak asasi manusia atau politik yang kontroversial.
Versi AI dari Trump
Kontroversi semakin memanas setelah Donald Trump juga membagikan versi pertemuan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di platform Truth Social miliknya.
Pertemuan dan respons yang muncul dari media sosial ini menunjukkan bagaimana setiap langkah seorang mega bintang seperti Cristiano Ronaldo dapat memicu perdebatan luas, terutama ketika melibatkan tokoh politik yang kontroversial, dan bagaimana citra publik seorang atlet bisa terdampak oleh pilihan-pilihan di luar lapangan hijau.
(SA/GN)
sumber : www.yahoo.com
Leave a comment