Home Sepakbola Liga Lainnya Rating Pertahanan Bayern Paruh Musim: Temboknya Kuat Gak Nih?
Liga Lainnya

Rating Pertahanan Bayern Paruh Musim: Temboknya Kuat Gak Nih?

Share
Rating Pertahanan Bayern Paruh Musim: Temboknya Kuat Gak Nih?
Share

Evaluasi Pertahanan Bayern Munich: Sorotan Paruh Musim 2025/26

Bayern Munich sukses melewati paruh pertama musim 2025/26 dengan rekor tak terkalahkan di kompetisi liga dan piala domestik. Hanya satu kekalahan dari Arsenal di Liga Champions yang sedikit menodai kampanye cemerlang di bawah asuhan Vincent Kompany dan timnya.

Kini, setelah jeda musim dingin tiba, saatnya untuk mengulas kembali performa setiap pemain secara individual. Dalam bagian pertama dari tiga seri ulasan, kami akan fokus pada lini pertahanan Bayern Munich.

Performa Pertahanan Tim Secara Keseluruhan

Dalam 25 pertandingan yang sudah dilakoni, termasuk Piala Super, Bayern Munich telah kebobolan 24 gol. Ini menunjukkan bahwa lini belakang masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Pertandingan melawan PSG yang berakhir dengan kemenangan 2-1 di Paris menjadi salah satu sorotan utama, menampilkan ketahanan dan konsentrasi pertahanan yang luar biasa. Namun, di sisi lain, laga melawan Arsenal dan Union Berlin memperlihatkan bahwa tim ini masih jauh dari kata “kebal” di lini belakang.

Secara keseluruhan, kinerja pertahanan Bayern Munich mendapatkan rating 7.5/10 untuk paruh pertama musim ini.

Analisis Individu Lini Pertahanan

Penjaga Gawang

Manuel Neuer (Menit bermain: 1.800, Kebobolan gol: 21, Clean sheet: 6)

Manuel Neuer masih menunjukkan beberapa momen brilian musim ini, dengan penampilan terbaiknya saat menghadapi PSG dalam kemenangan 2-1 di Paris. Namun, di usianya yang hampir menginjak 40 tahun, sang kiper legendaris ini mulai memperlihatkan tanda-tanda penurunan performa. Distribusi bola Neuer tidak setajam dulu, dan dominasinya dalam situasi bola mati juga tidak sekuat biasanya.

Statistik dari FBRef menunjukkan bahwa Post Shot xGA (expected goals against setelah tembakan) Neuer berada di persentil ke-38 untuk kiper di lima liga top Eropa, sementara persentase penyelamatannya hanya di persentil ke-11. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa PSxG/SoT miliknya (ukuran kualitas tembakan yang dihadapi) berada di persentil ke-93, yang berarti ia sering menghadapi peluang gol berkualitas sangat tinggi. Meski begitu, ini tetap menjadi area yang perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, Neuer tetap kiper hebat, namun bukan lagi sosok yang tak tergoyahkan seperti dulu.

Jonas Urbig (Menit bermain: 450, Kebobolan gol: 3, Clean sheet: 3)

Jonas Urbig minim mendapatkan waktu bermain musim ini, tetapi ia selalu menjadi titik terang setiap kali diberi kesempatan. Distribusi bolanya di bawah tekanan sangat sempurna, mirip dengan Manuel Neuer muda, dan ia berhasil mencatatkan clean sheet dalam tiga penampilannya di Bundesliga. Urbig sangat membutuhkan lebih banyak menit bermain di paruh kedua musim ini untuk terus berkembang.

Baca juga:  MU dan Spurs Berebut Bintang Dortmund!

Bek Sayap

Konrad Laimer (Menit bermain: 1.775, Gol: 2, Assist: 7)

Konrad Laimer tampil luar biasa sebagai bek kanan musim ini. Pemain asal Austria yang tak kenal lelah ini berhasil mengamankan lini pertahanan dengan solid. Tingkat kerja, intensitas, dan kerja samanya yang luar biasa dengan Michael Olise menjadi faktor kunci kesuksesan Bayern. Selain tugasnya sebagai bek kanan, Laimer juga tampil tangguh di posisi bek kiri ketika opsi lain tidak tersedia. Berkat pengaruh dan keserbagunaannya, ia bisa dibilang menjadi salah satu dari tiga pemain terpenting dalam skuad Kompany.

Josip Stanišić (Menit bermain: 1.306, Gol: 2, Assist: 3)

Josip Stanišić mengalami paruh musim pertama yang sulit, terutama karena ia sering diminta bermain di luar posisi naturalnya. Namun, ia menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bek kiri, dan penampilannya sebagai bek kanan, meskipun tidak setingkat Konrad Laimer, patut mendapat banyak pujian. Kemampuannya saat “mengantongi” Kylian Mbappe dalam pertandingan penting menjadi bukti kualitasnya. Dengan kembalinya bek kiri utama Kompany dari cedera, Stanišić diharapkan memiliki paruh kedua musim yang lebih baik.

Sacha Boey (Menit bermain: 625, Gol: 0, Assist: 1)

Sacha Boey tidak menunjukkan kualitas yang diharapkan di Bayern, dan hal ini sudah menjadi rahasia umum. Ia adalah bek kanan pilihan ketiga dalam sistem Kompany saat ini dan sebagian besar waktunya dihabiskan di bangku cadangan. Akan lebih baik bagi semua pihak jika ia meninggalkan Bayern Munich pada bursa transfer musim dingin.

Raphael Guerreiro (Menit bermain: 661, Gol: 3, Assist: 3)

Guerreiro sulit dinilai karena sebagian besar menit bermainnya didapatkan di lini tengah menyerang, bukan sebagai bek kiri. Vincent Kompany tampaknya tidak lagi melihatnya sebagai bek, dan lebih memilih Tom Bischof yang berusia 20 tahun di posisi tersebut. Sebagai gelandang serang, Guerreiro tampil rata-rata, dengan mudah dilampaui oleh Lennart Karl dan Serge Gnabry (serta Jamal Musiala yang cedera). Waktunya di Bayern Munich sepertinya akan segera berakhir.

Alphonso Davies (Menit bermain: 48, Gol: 0, Assist: 0)

Alphonso Davies menghabiskan sebagian besar paruh pertama musim ini karena cedera. Ia tidak dinilai dalam ulasan ini karena minimnya menit bermain.

Baca juga:  Duel Panas Sporting vs PSG: Prediksi, Berita Tim, Starting XI!

Hiroki Ito (Menit bermain: 154, Gol: 0, Assist: 2)

Sama seperti Davies, Ito tidak bermain cukup menit untuk mendapatkan rating, namun penampilannya yang singkat sangat mengesankan.

Bek Tengah

Kim Min-jae (Menit bermain: 790, Gol: 0, Assist: 1)

Vincent Kompany tampaknya tidak terlalu mempercayai Kim Min-jae, dan hal itu terlihat jelas. Bek tengah asal Korea Selatan ini jarang menjadi starter sepanjang musim, dan ketika ia bermain, penampilannya kurang meyakinkan untuk masuk dalam starting XI utama.

Jonathan Tah (Menit bermain: 1.840, Gol: 2, Assist: 2)

Ketika Bayern Munich mengumumkan perekrutan Jonathan Tah dari Bayer Leverkusen, ada keraguan serius dari banyak pihak. Tah dikenal sebagai bek yang baik, tetapi memiliki kebiasaan membuat kesalahan pada momen-momen krusial. Namun, Tah telah membuktikan bahwa para peragu salah, setidaknya sejauh paruh pertama musim ini. Pemain Jerman berusia 29 tahun ini tampil solid di lini belakang, nyaris tidak melakukan kesalahan sepanjang musim. Kita hanya bisa berharap performa apiknya terus berlanjut setelah jeda musim dingin.

Dayot Upamecano (Menit bermain: 1.667, Gol: 1, Assist: 0)

Dayot Upamecano telah menjadi salah satu pemain terpenting Bayern Munich musim ini. Penampilannya terlihat seperti sedang berjuang untuk perpanjangan kontrak, karena semua aspek permainannya telah meningkat pesat. Umpan, posisi, tekel, intersep — Upamecano kini tampil lebih lengkap. Meskipun demikian, kesalahan-kesalahan yang terkadang muncul belum sepenuhnya hilang dari permainannya, sehingga ia belum mendapatkan rating yang lebih tinggi.

Tantangan dan Harapan untuk Paruh Kedua Musim

Vincent Kompany memiliki beberapa area yang perlu diperbaiki. Situasi bola mati menjadi masalah besar bagi FC Bayern, dan hal ini seharusnya tidak terjadi pada tim sekaliber mereka. Posisi bek kiri juga menjadi titik lemah sepanjang musim ini, namun kondisi ini harus membaik kini karena Alphonso Davies dan Hiroki Ito sudah pulih dan kembali ke tim.

Rotasi pemain yang lebih banyak juga akan membantu menjaga para pemain bertahan tetap bugar untuk bagian-bagian krusial musim ini. Singkatnya, para penggemar berharap performa pertahanan yang lebih baik di paruh kedua musim. Paruh pertama musim ini hanyalah sebuah pratinjau, dan harapan besar tertumpu pada peningkatan yang signifikan.

(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Arsenal Berpotensi Menang atas PSG di Final UCL, Begini Caranya!

Arsenal memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan atas PSG di final UCL...

Joao Palhinha: Lega Tottenham Bertahan di Liga Premier, Apa Selanjutnya?

Joao Palhinha merasa lega setelah Tottenham berhasil bertahan di Liga Premier. Kini,...

Zubimendi ungkapkan harapannya kepada Arteta usai dihina Arsenal.

Zubimendi mengungkapkan harapannya kepada Arteta setelah menerima hinaan dari fans Arsenal, berharap...

Tim Fantasi RSL Musim 2025-26: Siap Berlaga dan Menang!

Tim Fantasi RSL Musim 2025-26 siap menghadapi tantangan dengan strategi cerdas dan...