Ronaldo Cetak Rekor Langka yang Tak Bisa Disamai Messi: Gol di 25 Tahun Beruntun!
Dari Riyadh hingga Miami, perbandingan abadi antara keduanya terus menjadi sorotan utama dalam sepak bola modern. Cristiano Ronaldo terus menentang usia, logika, dan sejarah, sementara Lionel Messi tetap menjadi jenius paling alami di olahraga ini. Namun, bahkan di musim yang minim trofi dan hasil yang tidak konsisten, satu momen kembali mengubah perdebatan panjang tersebut. Pada malam yang sulit bagi klubnya di Arab Saudi, Ronaldo menambah pundi-pundi golnya—yang secara senyap mendorongnya melampaui batas pribadi yang belum pernah terlihat dalam sejarah sepak bola.
Babak terbaru ini terjadi dalam laga Liga Pro Saudi yang berakhir dengan kekecewaan alih-alih perayaan. Kapten Al-Nassr itu mencetak gol dari titik penalti di akhir pertandingan, mencatatkan gol ke-958 dalam kariernya meski timnya kalah dan menghambat laju perburuan gelar. Di atas kertas, itu hanyalah kekalahan lain dalam performa yang mengkhawatirkan. Namun dalam konteks yang lebih luas, itu adalah sesuatu yang jauh lebih besar.
Dengan gol tersebut, superstar Portugal itu melanjutkan pengejaran tanpa henti menuju pencapaian 1.000 gol yang legendaris, sebuah angka yang dulunya terasa simbolis daripada dapat diraih. Kini, dengan hanya 42 gol tersisa, gagasan tersebut tidak lagi terasa abstrak. Yang lebih penting, gol ini membawa bobot historis yang melampaui Liga Pro Saudi.
Klub sedang melalui periode sulit di waktu yang tidak tepat. Tiga pertandingan liga berturut-turut tanpa kemenangan—melawan Al-Ettifaq, Al-Ahli, dan Al-Qadsiah—telah membuat mereka turun ke posisi kedua dengan 31 poin, kini tertinggal empat poin dari pemuncak liga menjelang derby penentu. Terlepas dari kesulitan kolektif tim, Ronaldo tetap menjadi titik fokus. Dia telah mencetak 14 gol liga musim ini, lebih banyak tembakan daripada pemain lain di divisi tersebut, dan terus mengemban serangan bahkan ketika hasil tim goyah.
Momen yang Mengubah Segalanya
Di sinilah makna penuh dari gol terbaru veteran berusia 40 tahun ini menjadi jelas. Dengan gol tersebut, Cristiano Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak setidaknya satu gol di level senior dalam 25 tahun kalender berturut-turut, terhitung dari tahun 2002 hingga 2026: tanpa jeda, tanpa celah, tanpa musim terlewat.
Dari tahun-tahun awalnya sebagai winger remaja hingga perannya saat ini sebagai pencetak gol veteran di Arab Saudi, Ronaldo selalu berhasil mencetak gol di setiap fase kariernya. Gol-gol senior pertamanya tiba pada tahun 2002. Ia beberapa kali melampaui angka 50 gol dalam satu tahun kalender, termasuk pada tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017. Bahkan di usia pertengahan tiga puluhan, ia terus menghasilkan 40+ gol di tahun 2019, 2020, 2021, 2024, dan 2025. Di tahun 2026, dengan sudah mencatatkan namanya di papan skor, bintang berpengalaman ini memperpanjang rekornya hingga seperempat abad.
Ini bukan rekor yang dibangun di atas satu puncak karier, satu generasi emas, atau satu tim dominan. Ini adalah garis waktu yang membentang melintasi berbagai era, benua, dan revolusi taktik. Dari terobosannya sebagai remaja di Portugal hingga dominasinya di Inggris, Spanyol, Italia, dan kini Arab Saudi, Ronaldo telah mencetak gol setiap tahun selama seperempat abad.
Mengapa Messi Tidak Bisa Menyamai Prestasi Ini
Kehebatan Messi tidak pernah diragukan. Puncak penampilannya menyaingi—dan dalam banyak kasus melampaui—pemain mana pun dalam sejarah. Namun, rekor khusus ini hanya milik Ronaldo. Karier mencetak gol senior pemain Argentina itu dimulai lebih lambat, dengan gol kompetitif pertamanya tiba pada tahun 2004.
Akibatnya, ia tidak memiliki gol yang tercatat di tahun-tahun kalender awal karier Ronaldo, membuatnya mustahil untuk mengklaim rekor mencetak gol tanpa henti dari tahun 2002 dan seterusnya. Perbedaan ini tidak mengurangi kehebatannya. Ini hanya menyoroti bagaimana umur panjang karier Ronaldo telah mengikuti jalur yang berbeda, nyaris tidak wajar.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment