Barcelona Serius Permanenkan Marcus Rashford Setelah Tampil Impresif
Barcelona menunjukkan niat serius untuk mempermanenkan Marcus Rashford di akhir musim ini. Penyerang internasional Inggris itu sebelumnya didatangkan dengan status pinjaman ke juara La Liga tersebut setelah tidak mendapat tempat di bawah asuhan pelatih Manchester United saat itu, Ruben Amorim. Meski Amorim kini telah meninggalkan Old Trafford, yang mungkin saja membuka kembali spekulasi tentang masa depan Rashford di sana, Barcelona tampaknya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mempertahankannya.
Rashford Cemerlang di Awal Karier Barcelona
Kepergian Amorim memang bisa menjadi angin segar bagi beberapa bintang United yang sebelumnya terpinggirkan, termasuk Kobbie Mainoo. Rashford sendiri mungkin sempat membayangkan peluang untuk membangun kembali kariernya di United musim depan, terutama setelah klub Liga Primer tersebut mencari pengganti permanen untuk mantan bos Sporting CP itu.
Namun, Barcelona telah bulat untuk mempermanenkan status pinjaman Rashford menyusul performa cemerlang pemain berusia 28 tahun itu di awal kehidupannya di Spanyol. Rashford tercatat telah mencetak dua gol dan menyumbangkan enam assist untuk Blaugrana, membantu mereka dalam upaya mempertahankan gelar La Liga. Saat ini, Barcelona kokoh di puncak klasemen La Liga, unggul empat poin dari rival abadi mereka, Real Madrid. Kedua tim akan kembali bertemu dalam final Supercopa de Espana pada hari Minggu ini, setelah Barcelona menyingkirkan Athletic Club di semifinal dan Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid.
Rashford “Ingin” Bertahan di Barcelona
Barcelona menyertakan opsi pembelian permanen senilai €30 juta di akhir musim untuk Rashford. Keputusan untuk mempermanenkan kepindahannya akan menjadi dorongan bagi sang pemain dan klub. Bahkan, bulan lalu anggota klub telah memberikan suara, dengan 54,6% responden mendukung penandatanganan permanen dirinya.
Rashford sebelumnya telah mengungkapkan kecintaannya pada klub dan kota Barcelona setelah pindah ke Spanyol musim panas lalu. Dalam wawancara dengan media Spanyol SPORT bulan lalu, Rashford menyatakan:
“Yang saya inginkan adalah bertahan di Barca. Itu tujuan utama, tapi bukan alasan saya berlatih keras dan memberikan segalanya. Tujuannya adalah untuk menang. Barca adalah klub yang besar, fantastis, dibangun untuk memenangkan gelar.”
Ditanya tentang kesan pertamanya terhadap kota dan bagaimana ia beradaptasi di Barcelona, penyerang serbaguna itu menambahkan:
“Saya beradaptasi dengan sangat baik di klub dan di kota. Sejak saya tiba, saya merasa sangat diterima. Bagi saya, alasan saya di sini adalah untuk membantu tim memenangkan trofi; musim lalu luar biasa, tetapi hidup berjalan sangat cepat, banyak hal berubah, dan tujuannya adalah untuk mengulang kesuksesan tersebut. Saya sepenuhnya fokus pada hal itu. Semuanya fantastis dengan staf dan rekan satu tim saya; saya tidak punya keluhan.”
Tekanan di Barcelona adalah yang Dicari Rashford
Bermain untuk tim sebesar Barcelona, salah satu tim sepak bola paling dikenal di dunia, tentu saja datang dengan tekanan besar. Menanggapi tekanan tersebut, Rashford menjawab:
“Ada tekanan di sini, tapi itu bukan tekanan negatif; ini adalah jenis tekanan yang Anda dambakan sebagai seorang pemain, jenis yang saya inginkan dan selalu inginkan sebagai pesepakbola. Saya tidak bisa berada di tempat di mana tidak ada ekspektasi tinggi; bagi saya, lebih sulit untuk tetap termotivasi dan memberikan yang terbaik di klub di mana tuntutannya tidak berada di puncaknya.”
Pelatih kepala Barca, Hansi Flick, juga sempat memuji mentalitas dan sikap Rashford bulan lalu. Flick berkata:
“Ketika saya berbicara dengan para pemain, saya menjelaskan mengapa mereka tidak bermain. Ketika saya mencoba menjelaskan kepada Rashford mengapa dia bukan starter, dia berkata: ‘Anda tidak perlu menjelaskan kepada saya.’ Yang penting adalah tim menang dan kami mendapatkan tiga poin. Tidak ada yang lain yang penting. Ini adalah pola pikir yang benar dan saya senang dia bersama kami.”
Mengapa Barcelona Tidak Bermain di La Liga Akhir Pekan Ini?
Barcelona tidak akan berlaga di La Liga akhir pekan ini karena mereka bersiap menghadapi Real Madrid di Supercopa de Espana. Kedua tim ini juga bertemu di final Supercopa tahun lalu, di mana tim asuhan Flick berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 5-2 di Arab Saudi. Lamine Yamal, Robert Lewandowski, Raphinha, dan Alejandro Balde semua mencetak gol dalam kemenangan El Clasico tersebut, mengamankan trofi Piala Super Spanyol ke-15 dalam sejarah Barcelona.
Keinginan Barcelona untuk mempermanenkan Marcus Rashford, ditambah dengan antusiasme sang pemain untuk bertahan, menunjukkan betapa cocoknya kepindahan ini bagi kedua belah pihak. Dengan performa impresif dan mentalitas yang kuat, Rashford bisa menjadi salah satu kunci Barcelona dalam meraih gelar La Liga dan Supercopa de Espana musim ini, serta di masa depan.
(SA/GN)
sumber : www.foxsports.com
Leave a comment