Laporta Menanggapi Tuduhan Soal Messi
Joan Laporta, Presiden Barcelona, cepat menjawab tuduhan yang beredar mengenai transfer Lionel Messi. Ia menyebut mantan manajernya sebagai bagian dari permainan politik menjelang pemilihan presiden mendatang. Dalam pendapatnya, masalah transfer Messi terjadi akibat kurangnya komunikasi dari pihak pemain, bukan karena veto direksi klub.
Laporta juga menegaskan bahwa pelatih saat ini, Xavi Hernandez, telah dimanfaatkan dalam situasi ini. Ia mencatat bahwa setelah proses persiapan rencana keuangan, tiba-tiba terjadi keheningan dari Jorge Messi, yang kemudian diumumkan bahwa Messi memilih untuk bergabung dengan Inter Miami.
“Soal Messi, pada tahun 2023, saya mengirimkan kontraknya kepada Jorge Messi dengan sangat sopan. Dan di bulan Mei, ia bilang kepada saya bahwa hal itu tidak bisa terjadi karena dia merasa akan mendapat terlalu banyak tekanan di sini dan lebih memilih pergi ke Miami. Saya menghormati keputusannya,” ujar Laporta.
Pernyataan Tebas
Javier Tebas, Presiden La Liga, juga mendukung pernyataan Laporta. Ia menegaskan bahwa liga tidak pernah memberikan izin finansial yang diperlukan untuk transfer tersebut, serta menambahkan bahwa tidak ada permintaan resmi yang dibuat untuk memproses transfer Messi kembali ke Barcelona.
Dampak terhadap Barcelona
Tuduhan dan pernyataan ini tentu memiliki dampak signifikan bagi reputasi Barcelona, terutama menjelang musim baru. Menjawab tantangan dan kritikan yang ada, Laporta akan berusaha menjaga stabilitas dan fokus tim, sambil terus berupaya memperkuat hubungan dengan para pendukung dan stakeholder lainnya.
(SA/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment