Kylian Mbappé Siap Rayakan 100 Pertandingan di Real Madrid
Saat Real Madrid bersiap menghadapi Real Betis di La Cartuja pada Jumat malam, Kylian Mbappé bersiap untuk mencapai tonggak penting: 100 pertandingan untuk Los Blancos. Meski dua tahun pertamanya di klub tidak secerah yang diharapkan, Mbappé tetap menjadi pencetak gol yang handal.
Pencapaian yang Mengesankan
Dua tahun pertama superstar Prancis ini tidak sehebat yang dia maupun penggemarnya perkirakan. Meskipun Madrid belum meraih trofi besar sejak kehadirannya, tidak dapat dipungkiri bahwa Mbappé baru saja mencetak 24 gol dalam 27 pertandingan La Liga musim 2025-26. Dia berpotensi meraih Piala Pichichi secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum diraih oleh pemain mana pun sejak Lionel Messi pada 2021 dan terakhir kali oleh pemain Madrid, Cristiano Ronaldo, pada 2015.
Jika Mbappé menambahkan penghargaan top scorer ini, ia akan menjadi pemain yang meraih penghargaan tersebut secara beruntun dalam dua musim pertamanya di La Liga. Tidak ada pencetak gol hebat seperti Ronaldo, Alfredo di Stefano, Ferenc Puskás, dan Hugo Sánchez yang pernah mencapai hal ini. Terakhir kali prestasi ini diraih oleh Mario Kempes dari Valencia pada tahun 1978.
Rekor Gol dan Perbandingan
Sejak bergabung dengan Madrid, Mbappé telah meningkatkan laju golnya, mencetak 16 gol lebih banyak dalam hampir 100 penampilan dibanding yang ia catatkan saat berada di Paris Saint-Germain.
Dengan catatan gol ini, Mbappé sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan rekan senegaranya, Karim Benzema (41). Namun, untuk mencapai atau melampaui jumlah 95 gol yang dicetak Ronaldo dalam 100 pertandingan pertamanya, Mbappé masih memiliki jalan panjang. Menariknya, Mbappé masih memiliki kesempatan untuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu musim di Madrid, jika ia mencetak lebih dari 48 gol di semua kompetisi—masih ada enam pertandingan tersisa untuk dicapai.
Rekor Gol Legenda Madrid
Jika mencapai dua gol lagi, Mbappé juga akan menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam dua musim penuh pertamanya di Madrid, melampaui Ronaldo. Namun, ia telah bermain lebih banyak dibanding super star Portugal tersebut dan kini berada di urutan keempat dalam rasio gol.
Pencetak Gol Terbanyak Madrid Setelah Dua Musim
| Nama Pemain | Penampilan | Gol | Rasio Gol |
|---|---|---|---|
| Ferenc Puskas | 70 | 72 | 1.03 |
| Cristiano Ronaldo | 89 | 86 | 0.97 |
| Alfredo Di Stefano | 60 | 52 | 0.87 |
| Kylian Mbappé* | 99 | 85 | 0.86 |
| Hugo Sánchez | 103 | 72 | 0.71 |
| Raúl | 68 | 36 | 0.53 |
| Karim Benzema | 81 | 35 | 0.43 |
*Data saat ini dengan sisa pertandingan di musim kedua.
Bisakah Real Madrid Menemukan Cara untuk Menang Bersama Mbappé?
Dengan kemampuan mencetak gol yang tak diragukan, tantangan bagi Madrid kini adalah bagaimana mengoptimalkan performa tim di sekitar Mbappé. Belakangan ini, baik Mbappé maupun Vinicius Junior telah mendapatkan sorakan negatif dari pendukung saat menang atas Alavés, menunjukkan adanya frustrasi di kalangan penggemar menjelang musim tanpa trofi.
Nama Didier Deschamps, pelatih yang membawa Prancis meraih kejayaan di Piala Dunia 2018 dan final 2022, sedang hangat diperbincangkan untuk menjadi pengganti di kursi pelatih Madrid musim depan. Deschamps dikenal mampu membangun tim di sekitar bintang, sebuah kualitas yang diperlukan bagi Madrid untuk memaksimalkan potensi Mbappé.
Mbappé sendiri terlihat menyukai sebuah postingan di media sosial yang merekomendasikan José Mourinho sebagai sosok yang bisa mengekstrak potensi maksimalnya. Merespons hal ini, manajer saat ini Álvaro Arbeloa menegaskan bahwa ia tidak terlalu mempertimbangkan hal-hal tersebut, menilai itu tidak mempengaruhi kinerja tim.
(SA/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment