Messi Blak-blakan dalam Wawancara Langka: Dari “Aneh” hingga Impian Jadi Pemilik Klub
Lionel Messi baru-baru ini membuka diri dalam sebuah wawancara ringan yang jarang terjadi, memberikan pandangan jujur mengenai kehidupannya jauh dari gemerlap lapangan hijau. Ia menyebut dirinya "aneh" dan mengakui ketidaknyamanannya dengan teknologi serta hiruk pikuk yang konstan, mengungkap sisi yang jarang terlihat oleh para penggemar.
Kapten Inter Miami itu berbicara tentang kebutuhannya akan kesendirian, rutinitasnya yang terstruktur, dan bagaimana ia menghadapi kekacauan sehari-hari di rumah. Berbicara kepada saluran streaming Argentina, Luzu TV, Messi merenungkan bagaimana sifat-sifat pribadi ini membentuk kehidupannya di luar lapangan.
Sisi Lain Sang Bintang: Butuh Kesendirian di Tengah Kekacauan
Messi mengungkapkan sisi introvert dalam dirinya, yang mungkin mengejutkan banyak orang. "Saya lebih aneh dari apa pun. Saya sangat suka sendirian, saya menikmati kesendirian," kata Messi. "Kekacauan di rumah dengan tiga anak berlarian ke mana-mana pada akhirnya membuat saya jenuh, dan saya butuh waktu untuk menyendiri."
Peraih Ballon d’Or delapan kali itu juga mengakui bahwa perubahan mendadak adalah sesuatu yang sulit ia hadapi. "Saya sangat terstruktur. Jika hari saya diatur dengan cara tertentu dan sesuatu terjadi di tengah-tengahnya yang mengubah segalanya, itu sangat memengaruhi saya," jelasnya.
Ketika ditanya apa yang membuatnya merasa aneh, Messi tertawa dan menyarankan istrinya, Antonela Roccuzzo, akan lebih tahu jawabannya. "Itu tergantung mood saya, pada hal-hal kecil yang bodoh," tambahnya.
Bukan Pelatih, Tapi Pemilik Klub Impian
Selain keunikan pribadinya, Messi juga blak-blakan mengenai masa depannya di dunia sepak bola. Ia mengesampingkan karier kepelatihan, mengatakan hal itu tidak menarik baginya. Sebaliknya, ia berbicara tentang keinginan untuk memiliki dan membangun klub dari awal, dengan fokus kuat pada pengembangan dan peluang pemain muda.
"Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang pelatih. Saya menyukai ide menjadi seorang manajer, tetapi lebih sebagai pemilik," kata Messi, menjelaskan keinginannya untuk membantu pemain muda berkembang.
Ide tersebut sudah mulai terbentuk melalui kemitraannya dengan rekan setim lamanya, Luis Suarez, di Deportivo LSM. Ini adalah klub divisi empat Uruguay yang bertujuan untuk pengembangan jangka panjang. Messi juga meluncurkan Piala Messi, sebuah turnamen remaja U-16 yang diadakan di Miami, yang dimenangkan oleh River Plate setelah mengalahkan Atletico Madrid di final.
Pandangan Soal Teknologi dan Media Sosial
Messi juga membahas hubungannya dengan teknologi, mengakui bahwa ia tidak menggunakan alat AI seperti ChatGPT. "Bukan karena saya menentangnya, saya hanya belum terlibat," katanya, seraya menambahkan bahwa istrinya, Antonela, lebih bergantung pada hal tersebut dibandingkan dirinya.
Media sosial juga masih menimbulkan ketidaknyamanan baginya. Messi menyoroti betapa seringnya narasi palsu beredar di platform tersebut. "Orang-orang mengatakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan. Anda tidak bisa seenaknya menyangkal segalanya," ujarnya.
Fokus pada Lapangan Hijau: Inter Miami dan Piala Dunia 2026
Untuk saat ini, Messi tetap fokus penuh pada karier sepak bolanya di lapangan. Setelah baru saja memperpanjang kontrak dengan Inter Miami CF, ia sedang mempersiapkan musim MLS 2026. Ia juga diharapkan sekali lagi memimpin Argentina di Piala Dunia FIFA 2026, dengan tujuan untuk mempertahankan gelar yang ia angkat di Qatar.
(SA/GN)
sumber : www.indiatoday.in
Leave a comment