Pete Marocco Disebut dalam Buku Whistleblower Nicholas Enrich
Pete Marocco dikenal luas karena perannya di Dallas HERO, sebuah organisasi nirlaba yang didanai oleh Montgomery J. Bennett. Marocco berhasil meyakinkan pemilih untuk menyetujui dua amandemen piagam yang mewajibkan kota tersebut menyerahkan setengah dari pendapatannya yang tidak terbebani untuk dana pensiun keselamatan publik. Ini termasuk mempertahankan 4.000 pasukan polisi dan memastikan gaji mereka berada di antara yang tertinggi di wilayah tersebut. Kebijakan ini kini menjadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu penyebab kekurangan anggaran yang dihadapi Dallas tahun ini dan pemotongan besar-besaran dalam anggaran tahun depan. Ia juga dilaporkan hadir di dalam gedung US Capitol saat pemberontakan 6 Januari.
Selama masa jabatan pertama Presiden Trump, Marocco menduduki beberapa jabatan sebelum menjadi bagian dari USAID, di mana ia hanya bertahan selama tiga bulan. Rekan-rekannya menulis memo yang mengkritik kinerjanya secara tajam. Ketika Trump kembali menjabat pada 2024, Marocco diundang kembali ke USAID. Bersama tim DOGE Elon Musk, ia mulai mengubah struktur agensi tersebut. Berdasarkan laporan dari Harvard, setelah Marocco meninggalkan USAID pada April 2025, diperkirakan ratusan ribu orang dapat meninggal karena hilangnya bantuan yang selama ini diberikan.
Buku Whistleblower oleh Nicholas Enrich
Dalam konteks ini, buku Ke dalam Pemotong Kayu karya Nicholas Enrich, seorang veteran di USAID, menarik perhatian. Enrich, yang akhirnya menjadi whistleblower, memaparkan bagaimana pemerintahan Trump berusaha untuk menghancurkan USAID daripada mereformasinya. Buku ini menggambarkan frustrasi Enrich dan rekan-rekannya dalam menghadapi situasi yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap peran penting USAID.
“Ini dimulai dengan angka: 92 juta. Itu adalah jumlah kematian yang bisa dicegah oleh USAID selama dua dekade terakhir,” ujar Enrich. “Sebagai orang Amerika, ini seharusnya menjadi kebanggaan kita, mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang kita junjung.”
Buku ini mendapatkan respon beragam, dan banyak menyebutkan Marocco dalam berbagai diskusi yang ada di dalamnya. Beberapa kutipan yang mencolok dari buku ini juga telah dipublikasikan di situs berita independen.
Peristiwa yang melibatkan Marocco dan informasi yang terungkap dalam buku ini memberikan gambaran yang lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi oleh lembaga bantuan internasional di tengah perubahan kebijakan pemerintahan.
(SA/GN)
sumber : www.dmagazine.com
Leave a comment