Monaco dan PSG Bebas dari Pengawasan Keuangan UEFA
Monaco dan Paris Saint-Germain (PSG) kini tidak lagi berada di bawah pengawasan keuangan UEFA. Pengumuman ini disampaikan oleh UEFA pada hari Kamis, yang menyatakan bahwa kedua klub telah resmi keluar dari rezim penyelesaian.
Status Keuangan Klub
Sejak tahun 2023, kedua klub telah mengalami pengawasan dari badan pengawas keuangan UEFA. Dalam perkembangan lain, Marseille terkena sanksi dan denda yang cukup besar. Saat ini, Monaco dan PSG bergabung dengan klub-klub lain seperti AC Milan, Besiktas, Inter Milan, Royal Antwerp, dan Trabzonspor yang juga telah dicabut pemantauannya.
Kepatuhan terhadap Aturan Finansial
Kedua klub berhasil memenuhi syarat perjanjian penyelesaian dengan mematuhi regulasi pendapatan sepak bola sampai musim 2025-26. Ini mencakup periode laporan yang berakhir pada tahun 2023, 2024, dan 2025.
Peraturan Keuangan yang Diterapkan UEFA
Sejak tahun 2022, UEFA telah memperketat peraturan bagi klub-klub. Klub-klub dilarang memiliki utang jatuh tempo, membatasi kerugian kumulatif hingga maksimal €60 juta dalam tiga periode laporan terakhir, serta membatasi pengeluaran untuk gaji, transfer, dan komisi agen sebesar 70% dari pendapatan.
Dampak terhadap Monaco
Batasan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Monaco, yang bergantung pada pendapatan dari penyiaran dan penjualan pemain. Dengan selesainya pengawasan ini, kedua klub diharapkan dapat meningkatkan strategi keuangan mereka di masa mendatang dan bersaing lebih baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment