PSG dan Arsenal Menyusun Rencana Menuju Final Liga Champions di Budapest
Delapan hari dari sekarang, Paris Saint-Germain (PSG) akan bertanding di Puskás Aréna, Budapest, pada 30 Mei mendatang sebagai juara bertahan. Mereka menjadi satu-satunya tim di abad ini yang berhasil meraih kemenangan 5-0 di final Liga Champions. Ini adalah final kedua berturut-turut bagi PSG sejak meraih trofi tersebut pada 2018. Di sisi lain, Arsenal akan berada di sana sebagai klub yang mencapai final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka yang panjang, yang pertama sejak 2006. Mereka masih berharap untuk meraih gelar Eropa pertama dalam sejarah klub.
Jalur Menuju Final
PSG berhasil menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat 6-5, menang 5-4 di leg pertama di Paris dan imbang 1-1 di leg kedua di Munich. Pelatih Luis Enrique menyebut final ini sebagai hadiah bagi para pendukung, menganggap ini sebagai “PSG baru” yang berbeda dari tim yang mengalahkan Inter dengan skor telak di final tahun lalu. Serangan tim kini diperkuat oleh pemain seperti Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué.
Sementara itu, Arsenal melaju ke final setelah mengalahkan Atlético Madrid 2-1 secara agregat di semifinal. Gol Bukayo Saka di leg kedua memastikan kemenangan dengan skor 1-0 di Emirates. Mereka belum terkalahkan di Liga Champions musim ini, hanya kebobolan enam gol dalam 14 pertandingan. Lini belakang yang solid dengan pairing Saliba-Gabriel menjadi kunci dalam mempertahankan rekor pertahanan mereka.
Statistik Kontras
PSG mencetak 44 gol di Liga Champions musim ini, hampir memecahkan rekor gol satu musim. Dengan performa menyerang yang kuat, tim ini sering memenangkan pertandingan dengan skor tipis. Sebaliknya, Arsenal merupakan tim yang paling sedikit kebobolan, dengan solidnya pertahanan yang mampu mematahkan ritme permainan lawan, memastikan mereka tidak memerlukan adu penalti atau perpanjangan waktu untuk mencapai final.
Situasi Pelatih
Luis Enrique telah meraih banyak kesuksesan sejak mengambil alih bangku manajer PSG. Gelar Ligue 1 yang baru diraihnya menjadi yang ke-14 bagi klub tersebut. Jika berhasil mempertahankan Liga Champions di Budapest, ini akan menjadi trofi ketiga Enrique sebagai pelatih, setelah treble bersama Barcelona dan PSG tahun lalu.
Sementara itu, Mikel Arteta baru saja mengantar Arsenal meraih gelar Liga Premier pertama dalam 22 tahun. Dia mengambil alih tim tersebut pada 2019, dan kini, enam tahun kemudian, berhasil membawa klub ke final Piala Eropa. Belum ada pelatih Arsenal yang berhasil memenangkan Liga Champions, dengan Arsène Wenger berada di posisi terdekat pada tahun 2006. Arteta dapat menjadi yang pertama jika sukses di final nanti.
Apa yang Dipertaruhkan pada 30 Mei
Tiga hal akan diputuskan dalam pertandingan ini: Pertama, apakah PSG mampu menjadi klub kedua dalam era Liga Champions yang berhasil mempertahankan gelar setelah Real Madrid. Kedua, apakah Arsenal dapat mengakhiri penantian 22 tahun untuk trofi Eropa. Ketiga, apakah musim ini akan dikenang sebagai tahun kebangkitan Arsenal di kompetisi Eropa atau awal dari dinasti PSG.
Kick-off pertandingan dijadwalkan pada pukul 00:00 WIB di Puskás Aréna. Pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah, dengan Hongaria untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah final Liga Champions. Arsenal akan ditempatkan di Stand Utara, sedangkan PSG di blok perjalanan Selatan. Nasib juara Liga Champions ke-25 berbeda akan ditentukan pada malam itu, dengan hanya dua opsi bagi kedua tim: meraih gelar atau pulang dengan tangan kosong.
Menunggu hasil pertandingan ini, keduanya akan menciptakan sejarah baru dalam ajang sepak bola Eropa. Pertandingan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang kebangkitan dan ambisi masing-masing tim.
(SA/GN)
sumber : www.sportsadda.asia
Leave a comment