Riyad Mahrez: Impian Bergabung dengan Barcelona yang Tak Terwujud
Riyad Mahrez mengungkapkan bahwa ambisinya di dunia sepak bola adalah mengenakan jersey Barcelona dan bermain seiring dengan Lionel Messi. Winger asal Aljazair ini yang telah menjadi pahlawan di Manchester City, kini menceritakan bagaimana dekatnya ia dengan jalur karier yang berbeda saat meraih kesuksesan.
Impian Barcelona yang Tak Terwujud
Mahrez mulai memperlihatkan ketajamannya sebagai salah satu penyerang paling ditakuti di Premier League ketika membela Leicester City. Namun, ia mengaku bahwa hatinya sempat tertuju untuk bergabung ke Camp Nou ketimbang Etihad Stadium. Dalam sebuah wawancara dengan Koora Break, Mahrez mengungkapkan kerinduannya untuk membela Barcelona pada masa kejayaannya.
Pemain berusia 35 tahun ini menjadi incaran klub-klub besar Eropa setelah memainkan peran vital dalam kemenangan “mujizat” Leicester meraih gelar juara pada tahun 2016. Meskipun ia akhirnya bertahan di King Power Stadium selama dua tahun lagi, Mahrez mengkonfirmasi bahwa ada pembicaraan serius dengan banyak klub besar Eropa, termasuk Real Madrid, Barcelona, dan Manchester United.
Mimpi Bermain Bersama Messi
Mahrez berbagi tentang aspirasi kariernya dan situasi yang menghalanginya bergabung dengan klub Catalan tersebut. Ia mengungkapkan, “Mimpi saya adalah bermain untuk Barcelona dengan [Pep] Guardiola dan Messi. Saya berbicara dengan banyak tim sebelum bergabung dengan City, termasuk Real Madrid, Barcelona, dan United. Namun, Leicester meminta biaya transfer yang sangat tinggi, dan saya tidak memiliki klausul pelepasan, sehingga saya tidak bisa bergabung.”
Penyesalan dalam Negosiasi Kontrak
Mahrez membandingkan situasinya dengan mantan rekan setimnya, N’Golo Kante. Ia mengakui bahwa kurangnya visi ke depan saat menandatangani kontrak menghalangi langkahnya untuk pindah. Kante terkenal meninggalkan Leicester untuk Chelsea segera setelah meraih gelar, suatu langkah yang tidak dapat diikuti Mahrez dengan cepat karena persyaratan yang ia tanda tangani.
“Kante lebih cerdas dengan menyertakan klausul pelepasan €30 juta dalam kontraknya untuk bergabung dengan Chelsea, sementara saya menolaknya. Hal ini memaksa saya untuk bertahan di Leicester untuk dua tahun lagi,” jelasnya. Klausul kontrak tersebut membuat Leicester memiliki semua kuasa, yang efektif membuat Barcelona dan Real Madrid tidak bisa melakukan negosiasi lebih lanjut.
Karier yang Tetap Cemerlang di Manchester City
Meski impiannya bergabung dengan Barcelona tidak terwujud, karier Mahrez tetap luar biasa. Ia akhirnya bergabung dengan Manchester City dengan nilai transfer sebesar £60 juta pada tahun 2018, di mana ia berkembang menjadi salah satu pemain paling diandalkan di era Guardiola. Masa-masa indahnya di Manchester membuatnya diakui sebagai salah satu pemain Afrika paling berprestasi di pentas Premier League.
Saat ini, Mahrez tengah menjalani petualangan baru di Liga Pro Saudi sejak 2023. Selama waktunya yang gemilang bersama Manchester City, ia mengoleksi empat gelar Liga Premier, lima trofi domestik, dan yang terpenting, berhasil memenangkan Liga Champions di musim terakhirnya bersama klub. Walaupun mimpinya bermain di Barcelona tidak tercapai, ia telah membuktikan bahwa kariernya tetap mencapai puncak kesuksesan yang luar biasa.
(SA/GN)
sumber : www.foxsports.com
Leave a comment