Ronaldo Kembali Mengalami Kekalahan: Al Nassr Tak Berhasil Raih Gelar
Al Nassr memiliki kesempatan untuk mengamankan dua gelar pada hari Sabtu lalu, yaitu di Saudi Pro League dan AFC Champions League Two. Namun, kemenangan Al Hilal atas Neom menggagalkan perayaan gelar di liga, setidaknya hingga hari Selasa. Di tunggal, Gamba Osaka mengalahkan Al Nassr di final. Dampaknya, Cristiano Ronaldo kini tetap berada di posisi terdepan dalam catatan kekalahan di final, mengungguli Lionel Messi.
Pemain depan asal Portugal kini sudah mengalami 15 kekalahan di final sepanjang kariernya, baik di tingkat klub maupun internasional, antara tahun 2002 hingga 2026. Sementara itu, Messi memiliki sedikit di bawahnya dengan 13 final yang berakhir dengan kekalahan sejak 2004.
Sejarah Kekalahan Final Ronaldo
Ronaldo menelan kekalahan final pertamanya bersama Sporting CP, saat mereka dikalahkan oleh Porto di Piala Portugal pada tahun 2003. Setahun setelahnya, pesepakbola ini mengalami kekecewaan besar di level internasional, ketika Portugal kalah di final UEFA Euro 2004 melawan Yunani di kandang sendiri.
Selama waktunya di Manchester United, CR7 juga mengalami tiga kekalahan final. Dua di antaranya terjadi di FA Cup melawan Arsenal dan Chelsea di 2005 dan 2007. Namun, kekalahan paling menyakitkan adalah di final UEFA Champions League 2008-09 ketika mereka takluk dari Lionel Messi dan Barcelona.
Cristiano Ronaldo bereaksi setelah kalah di final AFC Champions League 2 antara Al Nassr dan Gamba Osaka.
Ronaldo di Real Madrid dan Juventus
Di Real Madrid, Ronaldo menikmati masa yang gemilang antara 2009 dan 2018, meskipun harus menderita kekalahan sulit. Selama periode itu, dia mengalami empat kekalahan final di Copa del Rey dan Supercopa Spanyol: dua di antaranya melawan Barcelona dan dua lainnya melawan Atletico Madrid.
Setelah meninggalkan raksasa Spanyol pada musim panas 2018, CR7 bergabung dengan Juventus, di mana dia menjuarai lima gelar, tetapi juga mengalami dua kekalahan final: Supercoppa Italiana 2019 melawan Lazio dan Coppa Italia 2020 melawan Napoli.
Kekalahan Beruntun di Al Nassr
Bagi Ronaldo, kekalahan terhadap Gamba Osaka menambah rekor negatif yang menakjubkan. Dia belum meraih gelar resmi bersama Al Nassr sejak bergabung dengan klub tersebut di awal tahun 2023, yang merupakan periode kekeringan piala terpanjang dalam karier klubnya.
Selama tiga setengah tahun di Arab Saudi, penyerang Portugal ini telah kehilangan semua empat final yang pernah dimainkannya. Kekalahan di final AFC Champions League Two ini mengikuti dua kekalahan di Saudi Super Cup melawan Al Hilal dan Al Ahli, serta satu di King’s Cup, juga melawan Al Hilal.
Kekalahan Final Messi
Perbandingan gelar antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sangat menguntungkan penyerang Argentina, yang memiliki 48 trofi dibandingkan dengan 35 milik Ronaldo. Hal ini juga tercermin dalam jumlah final yang masing-masing pemain kalah.
Sementara Ronaldo telah kalah dalam 15 final, Messi mengalami 13 kekalahan. Delapan di antaranya terjadi bersama Barcelona di Copa del Rey, Supercopa Spanyol, dan UEFA Super Cup. Empat lainnya bersama tim nasional Argentina: Copa America 2007, 2015, dan 2016, serta Piala Dunia FIFA 2014. Kekalahan terbarunya terjadi bersama Inter Miami di US Open Cup 2023 melawan Houston Dynamo.
(SA/GN)
sumber : worldsoccertalk.com
Leave a comment