Jalan Menuju Final: Arsenal vs Paris Saint-Germain di Liga Champions UEFA
Pada Sabtu, 30 Mei, Puskás Arena di Budapest, Hongaria, akan menjadi saksi Final Liga Champions UEFA musim 2025-2026. Ini menjadikan Budapest sebagai kota ke-29 di Eropa yang menjadi tuan rumah final kompetisi klub terbesar di benua ini. Mari kita ulas perjalanan kedua finalis, Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG), untuk mencapai pertandingan puncak ini.
Perjalanan Paris Saint-Germain
PSG meraih banyak pencapaian setelah diakuisisi oleh Qatar Sports Investments pada tahun 2011, dan dominasi mereka di Liga Prancis hampir tidak terbantahkan, mirip dengan pencapaian Olympique Lyon di awal 2000-an. Sejak pengambilalihan, PSG telah memenangkan 12 dari 14 gelar Ligue 1 yang diperebutkan.
Namun, untuk meraih kejayaan di Eropa, perjalanan mereka lebih menantang. PSG mencapai final Liga Champions pada musim 2019-2020, tetapi kalah dari Bayern Munich. Setelah lima tahun, mereka kembali ke final di bawah asuhan Luis Enrique, dan dengan tegas mengalahkan Inter Milan 5-0, menjadi margin kemenangan terbesar di final Liga Champions.
Tahun ini, meskipun FC Lens memberi tekanan
di liga domestik, PSG kembali finis di posisi teratas. Namun, di Liga Champions, mereka kesulitan di fase grup, hanya berhasil mengumpulkan 14 poin dari empat kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan, sehingga harus melalui babak play-off domestik melawan AS Monaco. Mereka berhasil menang 3-2 di kandang dan bermain imbang 2-2 di leg kedua untuk melaju ke babak 16 besar melawan Chelsea.
PSG menghadapi Chelsea di final Piala Dunia Antarklub FIFA dan mengalami kekalahan 3-0. Namun, kali ini mereka berhasil menang atas Chelsea dengan skor agregat 8-2, dengan Khvicha Kvaratskhelia mencetak tiga gol, meski masuk sebagai pemain pengganti.
Di babak delapan besar, PSG berhadapan dengan Liverpool, sang juara bertahan. PSG tampil dominan dan menang 2-0 di kedua leg, dengan Ousmane Dembélé mencetak dua gol di leg kedua di Anfield.
Kemudian, pertandingan semi-final melawan Bayern Munich memberikan tontonan yang tidak akan dilupakan. Bayern unggul lebih dulu melalui penalti Harry Kane, tetapi PSG berhasil membalikkan keadaan dan menang 5-4 di leg pertama. Pada leg kedua di Munich, PSG kembali meraih kemenangan 6-5 secara agregat, melaju ke final dan berpeluang untuk menjadi klub pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions sejak Real Madrid pada 2018.
Statistik Pemain
Khvicha Kvaratskhelia menjadi pencetak gol terbanyak untuk PSG dengan sepuluh gol di musim ini, sementara Ousmane Dembélé menyusul dengan tujuh gol. Gelandang Portugal, Vitinha, juga berkontribusi dengan enam gol.
Musim lalu, PSG dan Arsenal bertemu di semi-final Liga Champions, di mana PSG melaju dengan agregat 3-1 dan memenangkan trofi.
Artikel terkait:
(SA/GN)
sumber : www.hungarianconservative.com
- Bayern Munich
- budapest
- Final Liga Champions UEFA
- Final Liga Champions UEFA 2026
- Final Liga Champions UEFA Budapest
- Gudang senjata
- Hongaria
- Inggris Raya
- khvicha-kvaratskhelia
- Kunjungi Budapest
- Liga Champions UEFA
- Menuju
- olahraga
- olahraga profesional
- Ousmane Dembele
- Paris
- Paris Saint-Germain
- Perancis
- perjalanan
- PSG
- puskás aréna
- SaintGermain
- Sepak bola
- seru
- terakhir
- UCL
Leave a comment