Kemenangan Historis Real Madrid atas LaLiga di Mahkamah Agung
Real Madrid secara terbuka merayakan putusan penting Mahkamah Agung yang mengakhiri sengketa hukum selama satu dekade dengan LaLiga terkait distribusi hak audiovisual untuk musim 2015-16.
Dalam pernyataan resmi panjang yang dirilis pada hari Jumat, klub menegaskan bahwa putusan tersebut mengesahkan posisi mereka terhadap perubahan statuta yang dilakukan LaLiga pada tahun 2015—modifikasi yang diklaim Madrid diperkenalkan “secara tidak sah” dan digunakan untuk mendistorsi distribusi pendapatan televisi.
Keputusan Mahkamah Agung memicu kompensasi total sekitar €88 juta untuk sekelompok klub yang berkompetisi di Segunda División pada musim tersebut. Para penerima manfaat termasuk: Alavés, Albacete, Alcorcón, Almería, Bilbao Athletic, Córdoba, Elche, Gimnàstic de Tarragona, Girona, Huesca, Leganés, Llagostera, Lugo, Mallorca, Mirandés, Numancia, Osasuna, Ponferradina, Real Oviedo, Tenerife, Real Valladolid, dan Real Zaragoza.
Real Madrid Kantongi €8.8 Juta, Setara Rp 150 Miliar
Real Madrid sendiri akan menerima €8.8 juta, yang menurut pengadilan klub telah “dirampas secara tidak sah” karena perubahan model pembagian pendapatan oleh LaLiga.
Pengadilan memutuskan untuk membatalkan dan menyatakan tidak berlaku Ketentuan Tambahan Kedua yang diperkenalkan oleh LaLiga pada tahun 2015—sebuah tambahan yang dinilai hakim tidak sah dan tidak sesuai dengan undang-undang yang mengatur hak audiovisual pada saat itu. Akibatnya, distribusi yang sah untuk musim 2015-16 kembali ke kerangka awal.
Real Madrid menekankan bahwa putusan tersebut “mengembalikan legalitas” dan memastikan bahwa keputusan tata kelola serupa harus dibuat dengan “penghormatan penuh terhadap hukum dan transparansi.” Pernyataan tersebut lebih lanjut menggarisbawahi bahwa Mahkamah Agung telah sepenuhnya menolak banding LaLiga, sehingga meratifikasi putusan Pengadilan Nasional sebelumnya yang mendukung Madrid.
Klub menutup dengan menyoroti pentingnya putusan ini bagi Real Madrid dan klub-klub Segunda División yang terkena dampak, menegaskan bahwa putusan tersebut mengonfirmasi bahwa mereka “dirugikan secara tidak sah oleh tindakan LaLiga.” Keputusan ini menjadi preseden penting bagi masa depan distribusi hak siar sepak bola Spanyol, memastikan bahwa prinsip keadilan dan kepatuhan hukum ditegakkan.
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment