Ketika Xabi Alonso diumumkan sebagai manajer baru Real Madrid awal tahun ini, beberapa perubahan besar diharapkan terjadi di klub, menyusul kepergian Carlo Ancelotti. Perubahan pada skuad, filosofi, dan taktik telah mulai terlihat dalam beberapa bulan awal kepemimpinan pria Spanyol ini, dan lebih banyak lagi yang diperkirakan akan menyusul seiring waktu berjalan.
Sejauh ini, sebagian dari perubahan tersebut menunjukkan hasil positif, namun ada juga yang negatif. Mengingat Alonso masih seorang manajer muda dan proyek jangka panjang di Real Madrid, beberapa inovasinya yang terbesar memang memerlukan waktu untuk diimplementasikan sepenuhnya. Akan tetapi, Real Madrid bukanlah klub yang dikenal suka berlama-lama dalam mengambil keputusan.
Di penghujung era Carlo Ancelotti, para penggemar mendamba sesuatu yang baru, dan Xabi Alonso telah mulai menunjukkannya. Namun, seberapa pun banyak hal berubah, ada satu masalah yang tetap sama, dan kelemahan terbesar Xabi Alonso membuktikan poin tersebut.
Kelemahan Terbesar Xabi Alonso yang Tak Bisa Diabaikan Real Madrid
Salah satu kelemahan terbesar Carlo Ancelotti adalah kekeraskepalaannya dan keengganannya untuk melakukan perubahan taktik serta pergantian pemain di tengah pertandingan. Hal itu seringkali merugikan Ancelotti, dan kini mulai terjadi pada Xabi Alonso.
Dua hasil terbaru Real Madrid menggambarkan masalah ini dengan sempurna. Dimulai dari kekalahan 1-0 dari Liverpool, tim terlihat kurang agresif di seluruh lini, terutama di lini serang, dan sangat membutuhkan gol. Namun, alih-alih melakukan perubahan formasi atau taktik, Alonso tetap mempertahankan rencana permainan yang sama sejak kick off hingga peluit akhir.
Lini serang jelas membutuhkan dorongan, tetapi Xabi Alonso baru mulai melakukan pergantian pemain menyerang pada menit ke-70, diikuti oleh pergantian pada menit ke-81 dan ke-90. Banyak penggemar mempertanyakan mengapa ia menunggu begitu lama untuk melakukan perubahan ofensif ketika tim sangat membutuhkan gol, dan pada akhirnya, hal itu merugikan Real tiga poin.
Dan sayangnya bagi Real Madrid, masalah yang sama berlanjut dalam hasil imbang 0-0 mereka melawan Rayo Vallecano akhir pekan lalu. Tim memerlukan semacam “percikan” di lini serang, tetapi Xabi Alonso sekali lagi menunggu hingga menit ke-71 untuk membuat perubahan, pertama memasukkan Dani Ceballos, diikuti Rodrygo pada menit ke-79, dan Brahim Diaz pada menit ke-83.
Kekakuan Xabi Alonso dalam membuat pergantian pemain dan bahkan perubahan pada starting lineup adalah hal yang berpotensi merugikan Real Madrid dalam meraih hasil penting musim ini. Salah satu masalah paling jelas dalam starting lineup adalah kurangnya kehadiran seorang target man di lini serang.
Tidak ada salahnya untuk mencoba beralih ke formasi tiga penyerang dan memberikan kesempatan kepada Endrick atau Gonzalo Garcia untuk menunjukkan kemampuan mereka. Gonzalo sendiri memenangkan Sepatu Emas di Piala Dunia Antarklub musim panas lalu sebagai striker utama, dan gol-gol tersebut mungkin yang selama ini hilang dari tim asuhan Xabi Alonso.
Jika masalah kekakuan taktik dan keterlambatan pergantian pemain ini terus berlanjut, Real Madrid akan kesulitan mencapai potensi maksimal mereka musim ini. Klub sekelas Real Madrid, yang selalu menuntut hasil instan, mungkin tidak akan bisa mengabaikan kelemahan ini dalam jangka panjang.
(SA/GN)
sumber : therealchamps.com
Leave a comment