Barcelona Raih Gelar LaLiga untuk Kedua Kalinya Berturut-turut
Barcelona mencatatkan sejarah baru dengan merebut gelar LaLiga untuk kedua kalinya secara beruntun setelah mengalahkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam pertandingan yang seru. Kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasi mereka dan menjadi tonggak penting dalam sejarah klub.
Jalannya Pertandingan
Tim Catalan ini menjalani musim yang luar biasa dan hanya membutuhkan satu poin pada hari Minggu untuk memastikan gelar liga. Mereka meraih hasil tersebut dengan mudah, berkat gol-gol dari Marcus Rashford dan Ferran Torres di babak pertama, yang membawa tim asuhan Hansi Flick meraih kemenangan ke-30 dari 35 pertandingan liga pada musim 2025-26.
Rashford membuka keunggulan hanya sembilan menit setelah kick off dengan tendangan bebas mengesankan yang menunjukkan kemampuannya di bawah tekanan. Tak lama berselang, Torres menggandakan keunggulan dengan memanfaatkan serangan tim yang sangat baik. Meskipun tim asuhan Alvaro Arbeloa berusaha merespons, mereka tidak dapat melakukan hal itu. Jude Bellingham juga melihat golnya dianulir karena offside, menambah frustrasi bagi tim tamu.
Duka bagi Real Madrid
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Real Madrid yang terpaksa menyerahkan gelar kepada Barcelona di tengah musim yang penuh kesulitan bagi Los Blancos.
Usai pertandingan, suasana penuh kegembiraan mewarnai Nou Camp ketika pemain Barcelona merayakan keberhasilan mereka dengan mengangkat pelatih Hansi Flick ke udara. Momen ini semakin berarti bagi Flick karena dia kehilangan sang ayah akhir pekan lalu. Baik Rashford maupun Torres berlari menghampiri pelatih asal Jerman itu setelah mencetak gol, menunjukkan rasa dukungan mereka.
Reaksi Pelatih
Flick memberikan pernyataan emosional setelah pertandingan, menyatakan: “Tidak akan pernah saya lupakan hari ini. Itu adalah hari yang berat bagiku, tetapi timku luar biasa. Saya benar-benar mencintai ini; kami seperti keluarga dan mereka memberikan segalanya hari ini, dan saya sangat bangga, begitu juga para penggemar.”
Dia juga menambahkan, “Menang di El Clasico melawan Real Madrid di stadion ini sangat menakjubkan. Ini tidak mudah; semua orang berpikir ‘oke, kami bisa menang’, tetapi Real adalah tim fantastis, dan kami bermain sangat baik.”
Dominasi dan Catatan
Dominasi Barcelona terlihat jelas sepanjang musim, dengan mereka mencatatkan 11 kemenangan beruntun dalam perjalanan meraih gelar. Mereka kini unggul 14 poin dari Real Madrid setelah memenangkan semua pertandingan kandang mereka musim ini. Kemenangan ini menjadi gelar liga ke-29 bagi Barcelona, mendekatkan mereka pada total 36 gelar milik rival mereka.
Paduan sorakan “Championes, Championes” menggema di sekitar Nou Camp. Penyanyi Olivia Rodrigo juga hadir dalam acara tersebut, dengan logo-nya terpampang di jersey Barcelona sebagai bagian dari kerjasama dengan Spotify.
Kondisi Real Madrid yang Sulit
Di sisi lain, hasil pertandingan ini menambah kesulitan bagi Real Madrid, di mana manajer Alvaro Arbeloa menghadapi tekanan besar. Sebelumnya, Federico Valverde harus dibawa ke rumah sakit setelah terlibat insiden dengan Aurelien Tchouameni, menandai perseteruan kedua dalam dua hari antara mereka.
Kylian Mbappe, yang absen dalam El Clasico karena cedera, juga mendapatkan sorotan negatif dari penggemar setelah diketahui terbang ke Sardinia dengan pacarnya, meskipun sudah diberikan waktu untuk pulih dari cedera hamstring. Terdapat juga laporan bahwa Mbappe terlibat konflik dengan anggota staf pelatih yang tidak disebutkan namanya, saat berlatih.
Selain itu, Alvaro Carreras dan Antonio Rudiger terlibat dalam insiden fisik, semakin memperburuk suasana di klub. Musim ini akan berakhir tanpa trofi bagi Real Madrid, menambah tantangan mereka untuk bangkit dan membangun kembali tim di masa depan.
(SA/GN)
sumber : indonesiakini.id
Leave a comment