Kontroversi Hubungan Barcelona dengan Klub Lain dalam Jendela Transfer
Hubungan institusi antara Barcelona dan klub-klub lain kembali menjadi sorotan dalam dunia sepakbola. Atlético de Madrid, Real Sociedad, Athletic Club, Manchester United, dan Espanyol merupakan beberapa entitas yang selama jendela transfer sebelumnya secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap cara Barcelona mengelola beberapa transfer pemain. Negosiasi yang melibatkan pemain yang menarik perhatian Barça telah menimbulkan ketegangan yang berulang dalam beberapa tahun terakhir. Memasuki jendela transfer musim panas ini, baik Atlético de Madrid maupun Manchester United sudah menunjukkan kekecewaannya terhadap klub asal Katalan tersebut.
Kasus Terkini
Dua kasus terbaru melibatkan Julián Álvarez dan Marcus Rashford sebagai aktor utama. Atlético de Madrid khususnya merasa kecewa setelah muncul kabar tentang tawaran dari Barcelona yang mendekati 100 juta euro untuk penyerang Argentina tersebut. Reaksi klub berwarna merah-putih itu sangat tegas, melalui beberapa pesan di media sosial X, mereka menyatakan ketidakpuasan terhadap apa yang mereka anggap sebagai bocoran informasi yang meresahkan.
Sementara itu, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Mirror, Manchester United juga merasa marah terkait situasi Marcus Rashford. Mereka tidak mengerti mengapa klub Katalan tersebut enggan menyelesaikan pembayaran 30 juta euro sesuai kesepakatan pinjaman yang telah dinegosiasikan antara kedua klub musim lalu. Di samping itu, perlu diingat bahwa Barcelona telah melakukan investasi finansial yang cukup besar sebesar 70 juta euro untuk Gordon.
Precedent yang Menyita Perhatian
Kejadian-kejadian ini bukan kasus terisolasi. Dalam beberapa jendela transfer terakhir, Barcelona juga telah terlibat dalam situasi serupa dengan klub-klub lain.
Salah satu contoh yang paling dikenal adalah kasus Athletic dan Nico Williams. Minat Barcelona terhadap pemain internasional Spanyol ini musim panas lalu menimbulkan kontroversi besar. Dari Bilbao, mereka menganggap laporan tentang kontak dan negosiasi yang terus-menerus tidak pada tempatnya. Ketegangan itu mencapai puncaknya hingga perwakilan Athletic memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan LaLiga guna membahas situasi tersebut. Akhirnya, Nico Williams memilih untuk memperpanjang kontraknya dan tetap berhubungan dengan klub Basque tersebut.
Espanyol juga mengalami momen tegang terkait kepindahan Joan García ke Barcelona. Meskipun klub Katalan itu membayar klausul pengeluarnya secara penuh, kepindahan itu disambut dengan ketidakpuasan besar dari para penggemar Espanyol, yang menilai langkah itu sebagai babak baru dalam rivalitas bersejarah antara kedua klub. Pada tahun 2005, Espanyol memutuskan hubungan dengan Barcelona setelah tidak ada kesepakatan pinjaman untuk Saviola, di mana Sánchez Llibre, mantan presiden klub Perico, juga secara terbuka menunjukkan kemarahannya.
Real Sociedad tidak luput dari dinamika ini. Pada tahun 2023, ketertarikan Barcelona terhadap Zubimendi menimbulkan kemarahan signifikan di San Sebastián. Xavi Hernández, saat itu pelatih Blaugrana, membuat pernyataan publik tentang gelandang tersebut, yang dianggap tidak pantas oleh manajemen klub txuri-urdin, apalagi menjelang pertandingan. Presiden klub pun secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya.
(SA/GN)
sumber : www.marca.com
Leave a comment