Barcelona Dekat dengan Gelar La Liga
Barcelona kini fokus pada satu tujuan utama, yaitu meraih gelar La Liga. Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Atlético Madrid, tim asuhan Hansi Flick kini unggul 11 poin dari Real Madrid. Pertanyaannya bukan lagi apakah mereka akan menjadi juara, melainkan kapan hal itu akan terjadi.
Peluang Meraih Gelar
Barcelona bisa mengunci gelar La Liga secepatnya jika mengalahkan Osasuna pada akhir pekan mendatang dan Real Madrid gagal meraih kemenangan melawan Espanyol. Jika Madrid berhasil menang, maka akan ada duel El Clasico pada 10 Mei yang bisa menjadi momen bagi Barcelona untuk merayakan gelar di hadapan rival utama mereka.
Menariknya, kemungkinan Real Madrid memberikan guard of honour di Camp Nou menambah ketegangan dalam perdebatan ini.
Mencetak Sejarah dan Identitas Klub
Selain meraih gelar, skuad Flick juga memiliki motivasi lain. Jika berhasil memenangkan semua pertandingan sisa, mereka akan mencapai 100 poin, menyamai rekor yang ditetapkan oleh Barcelona di bawah Tito Vilanova pada 2012-2013 dan Real Madrid di bawah José Mourinho pada 2011-2012.
Flick juga memiliki kesempatan untuk menurunkan 11 lulusan La Masia dalam satu laga, yang menjadi simbol identitas klub.
Jalannya Pertandingan Terakhir
Kemenangan 2-0 Barcelona atas Getafe menunjukkan ketahanan tim. Fermin Lopez mencetak gol di menit akhir babak pertama, diikuti oleh gol dari Marcus Rashford setelah menggantikan Roony Bardghji.
Dengan Lamine Yamal tidak bisa tampil lagi musim ini dan Raphinha mengalami cedera, Flick terpaksa merombak lini serangnya. Bardghji, yang biasanya berada di belakang Yamal, mendapat kesempatan namun masih perlu membuktikan kemampuannya. Rashford, yang dipinjam dari Manchester United, tampil impresif namun tidak dipandang sebagai opsi jangka panjang.
Di lini tengah, Gavi dan Pedri menjadi jokinya, dengan Dani Olmo mendukung Lewandowski, sementara Frenkie de Jong berada di bangku cadangan. Pedri menunjukkan peningkatan performa setelah sebelumnya mengalami kesulitan, sementara Pau Cubarsi terlihat matang di lini belakang. Pendekatan pragmatis Flick memastikan kontrol di pertandingan di mana Barcelona tidak menang sejak 2019.
Rencana ke Depan
Setelah meraih gelar, klub harus menghadapi beberapa keputusan penting. Masa depan Lewandowski masih belum jelas, dengan penawaran kontrak tereduksi bagi striker berusia 37 tahun itu. Pembahasan tentang perpanjangan kontrak Flick, pencarian penyerang tengah, dan penguatan lini belakang juga menjadi prioritas. Batasan finansial di bawah aturan gaji La Liga tetap menjadi tantangan yang menghambat fleksibilitas belanja klub.
(SA/GN)
sumber : www.moroccoworldnews.com
Leave a comment