Barcelona Juara La Liga, Beberapa Klub Terdegradasi
Diterbitkan – 24 Mei 2026, 19:05 WIB

Madrid: Musim 2025-26 La Liga diakhiri pada Sabtu malam dengan Barcelona berhasil meraih gelar juara, diikuti oleh Real Madrid di posisi kedua, sementara Oviedo, Mallorca, dan Girona terdegradasi ke divisi kedua. Beberapa klub dapat memandang musim ini dengan rasa puas, sementara yang lainnya menghadapi tantangan sulit di musim panas mendatang.
Prestasi Barcelona dan Tim Lain
FC Barcelona menjadi yang teratas setelah mengalami awal yang lambat. Tim asuhan Hansi Flick berhasil memantapkan diri meski kehilangan bek Inigo Martinez yang pindah ke Arab Saudi. Pemain muda seperti Lamine Yamal, Pedri, Raphinha, Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Joan Garcia tampil menonjol. Flick layak mendapat pujian karena mempercayakan posisi kepada para pemain muda serta rotasi skuad yang efektif meski dengan jumlah pemain terbatas.
Villarreal, Real Betis, Celta, Getafe, dan Rayo Vallecano juga mencatatkan hasil baik di musim ini. Villarreal menerapkan permainan counter-attack yang cepat dan berhasil mengamankan tempat di Liga Champions. Gerard Martin tampil cemerlang sebagai striker spesialis. Meski demikian, kampanye Liga Champions Villarreal yang kurang memuaskan menjadi alasan Marcelino Garcia Toral tidak melanjutkan jabatannya sebagai pelatih di musim depan.
Kinerja Tim
Betis di bawah bimbingan Manuel Pellegrini juga berhasil lolos ke Liga Champions, dengan kontribusi positif dari Cucho Hernandez, Aitor Ruibal, dan Ezze Abde. Sementara itu, Celta mencapai perempat final Liga Europa dan menyelesaikan musim di posisi keenam, berkat permainan atraktif yang ditampilkan Claudio Giraldez dengan Borja Iglesias sebagai ujung tombak dan Carl Starfelt sebagai benteng pertahanan.
Getafe, meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama untuk ditonton, berhasil dipadukan oleh Jose Bordalas menjadi satu kesatuan yang solid. Setelah awal musim yang kurang baik, mereka berhasil bangkit berkat beberapa rekrutan menjanjikan pada Januari, dan akhirnya menyelesaikan musim di posisi ketujuh untuk lolos ke Conference League.
Rayo Vallecano juga layak mendapat apresiasi dengan finis di posisi kedelapan, meski memiliki anggaran salah satu yang terendah di La Liga, serta mencapai final Conference League.
Real Sociedad juga menunjukkan perbaikan signifikan di bawah Pellegrino Matarazzo, berhasil keluar dari zona degradasi dan menjuarai Copa del Rey. Namun, hasil akhir di La Liga kurang memuaskan karena penurunan performa menjelang akhir musim.
Musim yang Mengecewakan bagi Real Madrid dan Atleti
Musim ini menjadi kekecewaan bagi Real Madrid, yang kembali belum mampu meraih trofi besar setelah finis jauh di belakang Barcelona dan tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete. Pelatih Xabi Alonso dipecat akibat ketidakpuasan pemain, dan Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai penggantinya dalam kondisi sulit.
Fans Atletico Madrid juga menyaksikan akhir musim yang mengesalkan. Meskipun berhasil lolos ke Liga Champions dan mencapai final Copa del Rey, mereka lagi-lagi tidak mampu membawa pulang trofi setelah kalah dari Real Sociedad dan tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Arsenal.
Tim-tim yang Terdegradasi
Oviedo, Mallorca, dan Girona terdegradasi dengan catatan hasil yang buruk. Girona menghadapi banyak kesulitan tanpa striker di akhir musim, sementara Mallorca melakukan kesalahan dengan bertahan terlalu lama pada pelatih Jagoba Arrasate sebelum menunjuk Martin Demichelis. Oviedo gagal membangun skuad yang cukup kompetitif.
Kesimpulan
Musim ini menyisakan banyak refleksi bagi klub-klub La Liga, di mana beberapa merayakan kesuksesan dan lainnya memiliki tantangan di depan untuk memperbaiki performa. Musim panas ini akan dibanjiri dengan perubahan, baik dari sisi pelatih maupun pemain, sebagai langkah untuk menghadapi musim depan yang lebih baik.
(SA/GN)
sumber : telanganatoday.com
Leave a comment