Perpecahan di Tim Real Madrid: Di Balik Pemecatan Xabi Alonso
Di awal tahun, Xabi Alonso dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Real Madrid, meskipun mencatat rata-rata 2,24 poin per laga di LaLiga dan hanya tertinggal tiga poin dari Barcelona. Posisi Alonso kemudian diisi oleh Álvaro Arbeloa.
Penyebab Pemecatan
Sumber dari ruang ganti Real Madrid menyebutkan bahwa ada perpecahan yang mendalam antara para pemain, yang berkontribusi terhadap keputusan pemecatan Alonso. Tensi mulai meningkat pada bulan Oktober, ketika beberapa pemain kunci, seperti Vinicius Junior dan Fede Valverde, secara terbuka mengkritik metode latihan intensif dan sesi analisis video yang diterapkan Alonso.
Dukungan Terhadap Metode Alonso
Namun, ada pula kelompok pemain yang mendukung metode Alonso dan upaya perubahannya terhadap sistem serta gaya bermain tim. Bagi mereka, keluhan yang terucap di hadapan publik, dipimpin oleh Vinicius, dianggap sebagai dalih semata. Prestasi Vinicius mulai merosot dibandingkan saat diasuh oleh Carlo Ancelotti.
Kondisi Vinicius di Bawah Alonso
Meskipun Vinicius tetap menjadi bagian penting dalam tim di bawah Alonso, ia hanya memulai 13 dari 33 pertandingan kompetitif dan masuk sebagai pemain pengganti sebanyak empat kali. Akibatnya, ia hanya tampil penuh selama 90 menit dalam sembilan pertandingan dan berperan lebih sebagai playmaker dengan mencatatkan 10 assist. Dalam era Arbeloa, ia sudah mencetak delapan gol lebih banyak dalam sepuluh pertandingan yang lebih sedikit dan hanya mengalami tiga kali penggantian dalam 23 pertandingan.
Krisis Internal Tim
Sebuah insiden yang dianggap merendahkan Vinicius justru menciptakan keributan terkenal di laga El Clásico pada akhir Oktober. Insiden ini menjadi titik balik ketika situasi di lapangan dan di balik layar mulai berantakan. Pemain seperti Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga dilaporkan setuju bahwa metode Alonso merugikan performa dan kepercayaan diri mereka.
Reaksi Terhadap Metode Latihan
Beberapa pemain menunjukkan sikap kurang hormat saat sesi taktik, bahkan ada yang berpura-pura tidur atau mengobrol. Sikap ini membuat pendukung Alonso di dalam skuad marah dan memicu kemarahan dari pelatih, yang kini belum memiliki klub. Alonso dikabarkan sempat berkata, “Saya tidak menyangka saya masuk ke taman kanak-kanak.”
Dampak Pemecatan
Pemecatan Xabi Alonso membawa dampak signifikan terhadap dinamika tim Real Madrid. Perpecahan internal dan pergeseran strategi di bawah kepemimpinan baru tentunya akan mempengaruhi hasil di lapangan dan kinerja pemain dalam kompetisi mendatang.
(SA/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment