Gelar Juara Hampir Melayang, Real Madrid Menghadapi Situasi Sulit
Situasi tegang terjadi setelah peluit akhir berbunyi saat Guler mendapat kartu merah langsung karena menentang keputusan wasit.
Jalannya Pertandingan
Joshua Kimmich menyatakan, “Kami memulai dengan buruk dan kemudian kebobolan lagi melalui tendangan bebas dan serangan balik. Babak pertama sangat hectic.” Namun, ia menambahkan, “Babak kedua lebih tenang, kami memiliki kendali lebih banyak—dan akhirnya berhasil meraih kemenangan. Itu bukan performa terbaik kami, tetapi kami menerima hasil ini.”
Perbandingan dengan Tim Lain
Kimmich juga menantikan pertemuan di antara dua tim terbaik Eropa. “Kami telah memiliki banyak pertandingan berkualitas tinggi melawan Paris dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak sabar untuk itu.”
Reaksi Pelatih
Pelatih Alvaro Arbeloa menyampaikan rasa empatinya kepada para pemain setelah kekalahan tersebut. “Saya merasa untuk mereka (para pemain), atas usaha yang telah mereka buat. Ini menyakitkan,” ungkapnya kepada Movistar. “Saya sangat bangga. Kami kembali ke Madrid setelah memberikan yang terbaik.”
Catatan Sejarah
Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang Liga Champions Real Madrid, tidak ada satu pun pemain Spanyol yang menghuni starting XI. Jude Bellingham, yang tampil mengesankan dari bangku cadangan pada leg pertama, merupakan salah satu dari empat perubahan yang dilakukan Arbeloa dalam susunan pemain.
Dampak Kekalahan
Kekalahan ini secara efektif mengakhiri musim Real Madrid, yang tampaknya akan merayakan dua tahun tanpa trofi besar. Barcelona saat ini memimpin sembilan poin di La Liga, dan mereka juga mengalami kejutan dengan tersingkirnya di babak 16 besar Copa del Rey.
(SA/GN)
sumber : www.newindianexpress.com
Leave a comment