Kebutuhan Real Madrid akan Deep-Lying Playmaker Pasca Pensiunnya Toni Kroos
Real Madrid kini menghadapi tantangan besar setelah pensiunnya Toni Kroos pada 2024. Kehilangan dua pemain kunci seperti Kroos dan Luka Modric yang akan menyusul di 2025 membuat Madrid kekurangan sosok penting yang bisa mengatur tempo permainan di lini tengah. Awalnya, banyak yang berpendapat bahwa Madrid dapat beralih dari gaya permainan yang dipimpin oleh dua maestro tersebut ke gaya yang lebih atletis, dengan penekanan pada duel dan serangan balik yang dipimpin oleh Jude Bellingham, Fede Valverde, Aurélien Tchouaméni, dan Eduardo Camavinga. Namun, dua musim tanpa gelar besar semakin menunjukkan perlunya pemain yang bisa mengendalikan permainan, atau yang dikenal sebagai “organizador” di Spanyol.
Analisis Pertandingan Melawan Bayern Munich
Tie melawan Bayern Munich semakin mempertegas kebutuhan akan seorang deep-lying playmaker. Di pertandingan tersebut, Trent Alexander-Arnold memimpin Madrid dengan 52 upaya operan, sedangkan Fede Valverde hanya mencatatkan 32 upaya di Munich. Bandingkan dengan Bayern yang memiliki tujuh pemain yang melebihi jumlah operan Valverde, dipimpin oleh Joshua Kimmich yang mencatat 118 upaya operan. Jumlah operan yang dilakukan Alexander-Arnold dan Valverde di perempat final musim ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan operan yang dilakukan Kroos, yang dalam semifinal tahun lalu mencapai 82 di Allianz Arena dan 112 di Bernabéu.
Statistik Pemain
Saat ini, Antonio Rüdiger memimpin dalam jumlah operan yang dilakukan per 90 menit di La Liga dengan 73,3 operan, sedangkan Dean Huijsen mencatatkan 69 operan per 90 menit di Liga Champions. Lima musim lalu, hal ini akan sangat tidak mungkin jika bukan seorang gelandang yang memimpin tim dalam hal jumlah operan. Kroos, dalam lima musim terakhirnya, rata-rata melakukan lebih dari 100 sentuhan per pertandingan, selalu berada di antara yang teratas di lima liga Eropa.
Kehadiran Kroos tidak hanya penting untuk mengatur tempo permainan, tetapi juga turut mengurangi peluang lawan untuk mencetak gol. Dengan menguasai bola lebih banyak, Madrid seolah-olah bisa bertahan dengan bola, bukan tanpa bola. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjelaskan masalah pertahanan yang dihadapi Madrid selama dua musim terakhir.
Potensi Pengganti untuk DLP
Dari delapan tim perempat final Liga Champions tahun ini, tiga dari empat semifinalis memiliki deep-lying playmaker yang memimpin tim mereka dalam jumlah operan. PSG memiliki Vitinha, Bayern dipimpin oleh Kimmich, dan Atletico Madrid dengan Koke. Arsenal menjadi pengecualian dengan William Saliba sebagai bek tengah dengan kemampuan operan yang sangat baik.
Salah satu nama yang sedang menjadi perbincangan adalah Arda Güler, pemain muda asal Turki yang menunjukkan performa impresif musim ini. Dia menjadi salah satu yang terbaik di Madrid dalam fase eliminasi Liga Champions melawan Manchester City dan Bayern Munich. Pelatih Xabi Alonso pernah mencoba memainkan Güler lebih dalam di lapangan. Namun, Güler lebih cocok sebagai pengatur permainan di belakang lini serang Madrid.
Selain itu, ada kemungkinan Alexander-Arnold akan memainkan peran yang lebih besar dalam distribusi bola jika Jürgen Klopp bergabung dengan Madrid. TAA sebelumnya adalah pengumpan utama di Liverpool, dan akan sangat mungkin perannya diperluas di Madrid.
Kesiapan Madrid Menyambut Perubahan
Sebagai catatan, kekosongan posisi DLP di Madrid menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang harus di牺牲 dari starting eleven. Hal ini akan menjadi tantangan bagi tim manajemen dalam membuat keputusan yang sulit, terlebih dengan kembalinya Nico Paz, salah satu pemain terbaik di Serie A, ke dalam skuad. Mengingat hasil buruk dalam dua musim terakhir, melakukan perubahan signifikan pada tim menjadi lebih mendesak.
Nama-nama seperti Vitinha dari PSG, Rodri dari Manchester City, dan Enzo Fernández dari Chelsea menjadi kandidat potensial untuk mengisi peran DLP di Madrid. Bagian kedua dari analisis ini akan membahas lebih dalam mengenai ketiga nama tersebut dan opsi lain yang mungkin dipertimbangkan oleh Madrid untuk musim panas ini.
(SA/GN)
sumber : www.managingmadrid.com
Leave a comment