Legenda La Liga Klaim Ditolak Barcelona di Era Dream Team Karena “Tidak Tampan”
Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Victor Onopko, legenda sepak bola Rusia dan La Liga era 90-an. Onopko mengklaim bahwa FC Barcelona kala itu menolak merekrutnya karena alasan yang tidak biasa: penampilannya yang dianggap "tidak tampan". Klaim ini diungkapkan dalam kanal YouTube El Bigote de Abadía.
Perjalanan Onopko di Sepak Bola Spanyol
Victor Onopko pertama kali menginjakkan kaki di Spanyol sekitar 30 tahun lalu, pada 25 Januari, ketika ia bergabung dengan Real Oviedo, tim yang baru saja promosi ke divisi utama. Oviedo adalah lawan Barcelona di Spotify Camp Nou.
Selama kariernya di Spanyol, Onopko menjadi sosok penting bagi Real Oviedo, mencatatkan 216 penampilan untuk klub Asturian yang memiliki banyak penggemar tersebut. Setelahnya, ia juga sempat bermain 28 pertandingan untuk Rayo Vallecano di Madrid. Namun, menurut Onopko, ia sebenarnya bisa saja bergabung dengan klub besar lainnya di ibu kota.
"Saya meneken kontrak dengan Oviedo pada musim panas 1995, tapi saya baru bergabung di musim dingin. Saya ingin menambahkan klausul bahwa jika ada klub yang menawarkan satu dolar lebih banyak, saya bisa pindah ke klub tersebut. Mereka bilang iya, tapi mereka menipu saya. Karena Atleti (Atletico Madrid) membuat tawaran untuk saya, tapi saya tidak bisa pergi ke Atleti," jelas Onopko.
Ditolak Barcelona karena “Tidak Tampan”
Di Katalunya, FC Barcelona juga dikabarkan sempat tertarik untuk merekrut Onopko selama era "Dream Team" mereka. Namun, transfer tersebut gagal karena alasan estetika.
"Saya baru tahu belakangan bahwa Barcelona ingin merekrut saya. Tapi [Johan] Cruyff atau salah satu asistennya mengatakan saya jelek, dan itulah mengapa mereka tidak merekrut saya," ungkap Onopko.
Meskipun kepindahan ke Barcelona tidak terwujud, Onopko tetap menjelma menjadi pahlawan kultus di La Liga, mencetak tujuh gol selama kariernya di sana. Ia juga memegang rekor penampilan terbanyak dengan 109 caps untuk tim nasional Rusia. Saat ini, ia menjabat sebagai asisten manajer untuk Rostov di kejuaraan nasional Rusia.
Tantangan di Lini Pertahanan Barcelona Era Dream Team
Andai saja Onopko berhasil bergabung dengan Barca di masa kejayaannya pada pertengahan 90-an, ia tentu akan menghadapi persaingan ketat untuk menembus skuad inti racikan Johan Cruyff di lini pertahanan.
Ronald Koeman, legenda klub, adalah bintang utama di sektor belakang saat itu. Selain itu, ada juga nama-nama seperti Miguel Angel Nadal dan Abelardo yang harus bersaing memperebutkan menit bermain.
Pengakuan Onopko ini menjadi perbincangan publik beberapa jam sebelum FC Barcelona menghadapi Real Sociedad dalam laga tandang liga. Saat itu, Barcelona sedang dalam performa impresif, berupaya menjaga rekor 11 kemenangan beruntun dan berusaha memperlebar keunggulan empat poin atas Real Madrid di puncak klasemen.
(SA/GN)
sumber : www.forbes.com
Leave a comment